mencicip white coffee..



Entah sejak kapan saya menjadi caffeine addict. Sejak kuliah sepertinya, ketika begadang menjadi alternatif utama sebagai mahasiswa yang ingin bersenang-senang sepanjang hari namun tidak ingin melalaikan kewajiban akademis *ciyeilah*. Saya rajin minum kopi, dulu sih bisa sehari sekali, sampai akhirnya perut tidak lagi bisa kompromi. Kemudian saya ganti kebiasaan ngopi saya dengan ngeteh hijau dan nyoklat *apasih*. Hingga akhirnya saya berkenalan dengan white coffee. (Kronologi diksinya kok jadi mirip iklan ya? :-|) Ya pokoknya akhirnya saya berkenalan dengan white coffee, kemudian pedekate deh.
Meski kata orang white coffee itu aman buat lambung, sebagai pecandu aroma kopi hitam, hati, lidah, dan hidung saya tetap tidak bisa berpaling. Black coffee is still the best of the best, lalalala! Ditambah sedikit latte juga boleh. Cuma, saya ini peminum kopi yang pemilih. Saya suka kopi klasik, tapi tidak suka kopi tubruk tradisional. Kenapa? Karena saya tidak suka minuman saya berampas dan berkesan penuh. Mau bilang saya endel? Yowes terserah. πŸ˜›
Dibanding ketiga sumber kafein ini, white coffee lah yang paling bikin grengg! Karena usut punya usut, akibat ketidaksempurnaan tingkat kematangannya yang konon diproses dengan mesin berteknologi cold drying hingga -40Β° C, kandungan asam gastrisnya berkurang hingga 80% sementara kafeinnya tetap utuh. Meleknya mata lebih long lasting sih dibanding minum kopi hitam dan lebih aman juga buat penderita maag seperti saya. Tapi baunya lebih menyengat, which is ini adalah salah satu faktor yang bikin saya kurang suka dengan white coffee. Wanginya perfectly roasted coffee beans itu lebih pas dan menggairahkan buat saya.
Ada dua merk white coffee instan di pasaran yang sudah saya cicipi, yaitu Luwak White Koffie dan Kopiko White Coffee. Rasanya sama aja sih, yaa gitu-gitu aja. Kopinya gurih sih, sesuai karakteristik white coffee yang sesungguhnya. Tapi merk kedua memberikan efek lebih keras pada bau urine kita sehingga wangi kopi dalam urine bisa bertahan seharian jika tidak minum air putih yang banyak setelah mengkonsumsinya.
Silakan dicicip dan dipilih mana yang lebih disuka. Perlu diketahui bahwa kadar kafein dalam kopi memang jauh lebih tinggi daripada kadar kafein dalam teh hijau atau pun coklat, di mana kafein dalam secangkir kopi rata-rata sebesar 100mg sementara kafein dalam secangkir teh hijau hanya 40mg. Saya sendiri nampaknya sudah mulai kecanduan akut, karena jika tidak minum kopi atau teh sehari saja kepala saya bisa pusing.
Well, karena saya punya riwayat susah move on, meski ada kopi jenis baru yang kurang beresiko pada asam lambung bernama white coffee, nampaknya buat saya black coffee masih menjadi juara. Kalau kamu?

Advertisements

6 comments

  1. ati2 banyak zat yg gk baik tuk tubuh lho, apalagi tuk cewek2 sangat rentan bagi yg mau nikah.. hahaha perlu ane belikan domain kan buat hadiah ultahmu? mau nama domain apa? πŸ˜€ japri ye

    1. kok banyak yg bilang gitu sih? emang apa yg bikin kopi bahaya buat cewek? aku nyari di efek negatifnya kopi nggak ada yg mencantumkan berbahaya buat cewek kok.. :/
      btw, mauuuu! πŸ˜›

      1. caffeine dalam kopi sepertinya kurang baik deh tuk siapapun, masalahnya sekrang cewek mulai merokok melalui kopi lho.. bahaya :p
        japri aja di blogku :p sekalian promosi hahaha
        cepet klo mau beli domain,keburu dibeli orang..

      2. loh la selama ini kan yang digembor2kan, minum kopi itu bisa mencegah kanker hati dan lain2 selama dalam dosis yang tidak berlebihan. maksimal dosis per harinya tiga cangkir. kalo kafeinnya bikin kecanduan sih iya, tapi jujur aku belum pernah baca referensi kalo kopi ada efek bahaya langsungnya buat rahim 😐
        eh mana URL blogmu? itu linknya malah ke facebook ._.

  2. ya intinya semoga tidak ketagihan saja hehe πŸ˜€
    http://ahmadnashruddin,com postingan judul dakwah eksyar melalui tulisan πŸ™‚

  3. merek pertama saya selalu sedia stok. merek kedua sudah mencoba. rasanya yang pertama bau urinenya jadi mirip rotiboy πŸ˜€ yang kedua saya gak perhatian πŸ˜€
    ada satu merk yang gak enak, rasanya malah mirip kopi susu dan banyak ampasnya πŸ˜€ lupa mereknya, ABC πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: