aku tidak ingin seperti ibuku..


Ini bukan tentang ungkapan ketidakpuasanku sebagai anak Ibuku. Ini bukan tentang caraku mengumbar aib dalam keluargaku. Ini bukan tentang pemberontakanku terhadap cara Ibuku mengatur kehidupanku. Ini bukan karena aku tidak menyayangi Ibuku. Bukan. Tapi semata karena aku tidak ingin menjadi orang tua dengan cara mendidik yang sama seperti bagaimana orang tuaku mendidikku.
Karena masaku dan keturunanku nantinya sudah pasti berbeda. Jika dulu aku baru menyentuh peralatan digital ketika menginjak bangku sekolah, mungkin nanti mainan anakku ketika balita sudah berbentuk digital. Jika dulu aku begitu malu hanya untuk tersenyum di depan kamera analog, mungkin nanti ketika anakku lahir wajahnya sudah dikenal orang-orang di dunia maya.
Aku tidak akan bisa memberikan perlakuan yang sama pada keturunanku seperti halnya apa yang orang tuaku lakukan. Secara mental, jiwaku dan jiwa anakku tentu tidaklah sama. Secara kontekstual, tingkat kecerdasanku dan kecerdasan anakku tentu juga akan berbeda. Bakatku dan bakat anakku kelak juga bisa jadi tak sama.
Terlepas dari kebaikan dan keburukan dalam pencarian makna hidupku selama ini, aku tetap bersyukur menjadi anak Ibuku, dengan kelebihan dan kekurangan caranya dalam mendidikku. Semua yang aku alami hingga detik ini adalah takdirku setelah melewati berbagai dilema untuk menentukan jalan hidup.
Ibuku juga tidak seperti ibunya Ibuku. Mereka berbeda masa, sehingga cara mereka mendidik keturunannya juga berbeda. Karena seiring dengan berjalannya waktu, budaya manusia berubah, cara berpikir mereka berkembang. Perbedaan itu sebagai wujud kemampuan makhluk hidup yang terus beradaptasi seiring dengan berkembangnya masa dan lingkungannya.
Jadi, yah, aku tidak ingin seperti Ibuku. Aku akan menjadi ibu dengan cara yang berbeda, tidak seperti bagaimana Ibuku dahulu. Semata, karena masa kami sudah berbeda.

Advertisements

2 comments

  1. ndhoel · · Reply

    Nikah dulu yah, hehehehehehehe šŸ˜€
    Tiap masa punya tantangan. nampaknya seperti itu. Tantangan jaman ini ini adalah membendung arus informasi negatif yang masuk ke anak2 kita šŸ™‚

    1. errrrrrr.. *kemudian speechless*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: