toast story..


Hari ini sebenarnya hari ulang tahun Mama yang ke 47. Selamat ulang tahun, Mama!

Rencana awalnya sih kami sekeluarga akan lunch bersama di luar, namun ternyata Mama dan Papa ada acara penting di kantor. Jadi batal deh. 😦 Dan dengan batalnya rencana itu otomatis saya juga batal get a life – saking jarangnya saya keluar rumah dan berinteraksi dengan manusia sampai-sampai saya punya istilah khusus untuk menyebutkan momen spesial ketika saya melihat dunia di luar rumah.

Dan akibat impulsifitas saya setelah melihat sebuah tweet dari akun twitter @ToastStory yang menawarkan promo happy hour hari ini pada pukul 10.00 hingga 12.00 a.m, jadilah saya men-summon partner icip-icip makanan saya si Rasyidah. Eh, ternyata dia juga belum get a life hari ini. Makin lengkaplah impulsifitas kami! :mrgreen: Usai sholat ashar kami berangkat ke lokasi. Sebenarnya saya sudah kenal dengan kuliner ini sejak lama, namun belum sempat mencicipi karena belum tahu lokasinya. Setelah kepo di akun twitter ybs, ternyata lokasinya di Jalan Bondowoso 35E.

Menu yang ditawarkan sebagian besar ya soal roti panggang. Rotinya bukan roti bun seperti menu roti panggang Pak Cik Abin yang bentuknya mirip roti hotdog, melainkan roti tawar toast. Kalau merasa kurang kenyang, ada juga menu lain seperti mie dan juga cemilan apapun-celup-coklat. Harga yang ditawarkan bervariasi mulai dari six thousand IDR untuk roti bakar standar berbagai topping hingga fifteen thousands IDR untuk satu porsi toast box. Harga minumannya juga cukup affordable. Nah, yang paling bikin saya penasaran itu si toast box. Dari review hasil kepo saya, foto-foto toast box itu begitu menggiurkan! Akhirnya saya memesan satu porsi toast box crunchy-choco-nut (lupa namanya gimana pokoknya ada unsur ketiga kata itu lah) dan segelas cold choco orange.

Daaaaan, inilah tampilan menu makanan yang saya idam-idamkan!

CAM003152

Yang unik dari penyajian toast box ini, si toast seukuran kubus dibagi dua sama besar; menjadi dua porsi. Bagian tengah roti kemudian dipotong dadu, menyisakan kulit roti yang keras sehingga masih menyisakan bentuk balok dari toastnya. Bagian tengah roti yang dipotong dadu tadi dipanggang dan dimasukkan ke dalam balok roti yang terbuka si salah satu sisinya, kemudian ditaburi berbagai macam topping sesuai pesanan dan dipercantik dengan satu scoop eskrim di salah satu sudutnya. Yummy!

Awalnya saya jumawa ketika melihat penampakan menunya. Tidak jauh beda sih dengan ukuran roti bakar MadTari di Bandung – yang toppingnya segunung dan bikin kenyang itu. Pasti habislah, cuma segitu kok! Dan ternyata, hehehehehe… kenyang banget! 😐 Nyaris saja saya tidak mampu menghabiskannya. Tapi karena saya punya prinsip ‘pantang menyisakan makanan’ akhirnya roti beserta topping koko crunch-kacang-keju-coklat serut-selai coklat-es krim strawberry itu berhasil masuk semua ke dalam perut saya tanpa sisa. 😛

Oiya, interior outletnya juga unyu banget kok. di salah satu sisi dipasang brickstone wallpaper, sementara di sisi lain dibiarkan berwarna putih dengan aksen ilustrasi monokrom yang classic. Sayang tidak sempet foto-foto narsis karena tadi kebetulan outletnya sedang ramai dan kami tidak mendapat angle yang pas untuk memotret.

Komentar saya buat menu kuliner satu ini adalah: MUAKNYUSSS! :mrgreen:

Advertisements

9 comments

  1. jarang keluar rumah, sepertinya lebih banyak ngobrol dengan rubah api yah?

    1. saya nggak pake rubah api. pakenya logam bernomor atom 24 :p

      1. ndhoel · ·

        untung gak pake kawannya dora the explorer itu, hahaha

      2. temennya dora apaan? :-O
        IE maksudnya? haha. 2013 masih ada yg pake IE? 😛

      3. ndhoel · ·

        hahahahah entahlah. sepertinya IE itu jadul sekali…. hahahaha

      4. saya pake IE itu tahun 90an akhir sampe tahun 2003an, jaman inet di rumah masih telkomnet :))

      5. ndhoel · ·

        dulu awal2 sempat pakai netscape navigator yang udah gulung tikar. abis itu pake IE, sampai keluar rubah api sekitar v1.5 an

  2. itu menunya bahan2nya sederhana ya. ga macem2 tp koq bs enak :p

    1. sebenernya yang bikin enak toppingnya sih; yang lebih menggunung ketimbang rotinya 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: