festival jajanan bango 2013..


Minggu, tanggal 17 Maret 2013 lalu, dijadwalkan sebagai agenda Festival Jajanan Bango di Kota Malang, kota saya tercinta. Awalnya emang saya nggak ada niat buat kesana, karena sejak pagi saya sudah didaulat ibu negara untuk ikut jalan sehat di kampus beliau. Saya sebagai perwakilan buat nuker kupon undian berhubung beliau sendiri nggak ikutan jalan sehat karena harus mendampingi Bapak Gubernur Jatim bersama staf pejabat kampus lainnya. Dan eh, jadilah saya ikutan jalan sehat sambil rumpik dengan partner setia jalan sehat saya, si Nia. πŸ˜› Hingga akhirnya gara-gara dengar iklan di radio, saya mengingatkan dia bahwa hari itu sedang ada Festival Jajanan Bango di Lapangan Rampal. Dan karena kami berdua emang sama-sama impulsif, jadilah kami berdua merencanakan untuk pergi kesana. πŸ˜›

bango3

Karena waktu masih menunjukkan pukul delapan pagi ketika saya dan Nia usai jalan sehat, kami pun menyempatkan mampir ke Car Free Day karena dia seumur-umur belum pernah kesana. Aduh, ini saya kasih pukpuk buatmu, nak. πŸ˜› Tidak ada niatan buat belanja apapun di bazaar pasar minggu ini, eh tapi kemudian kami menemukan stand penjual taeyaki. Sekali lagi, karena kami impulsif, akhirnya beli deh dua pack taeyaki berisikan kacang merah, cokelat, dan keju. Nyummy!

Baru kemudian pukul sepuluh lewat, kami berangkat ke lokasi Festival Jajanan Bango. Ramenya masyaaAllah! 😐 Belum nyampe Lapangan Rampal saja sudah macet, apalagi ternyata parkirnya di dalem lapangan, dan otomatis jalan masuknya bakalan crowded se-crowded-crowded-nya. 😐 Beruntung akhirnya kami memilih memarkir motor di tempat parkir yang agak jauh tapi lumayan sepi. :mrgreen:

Festival Jajanan Bango kali ini tidak menggunakan sistem kupon seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena tidak ada informasi mengenai aturan main festival ini di depan tugu botol kecap seperti biasanya, akhirnya kami langsung masuk dan mencari stand penjualan kupon. Hingga kami selesai thawaf di area festival pun ternyata kami tidak menemukan stand penjualan yang dimaksud, karena ternyata pengunjung bisa langsung membeli makanan dengan uang, baru kemudian diberi kupon oleh penjaja makanannya.

bango2

Menu yang disediakan pada festival tahun ini lebih banyak daripada tahun sebelumnya, menunya didominasi oleh kuliner luar Kota Malang yang memang sudah tersohor kelezatannya. Namun tampaknya lokasi festival kurang luas, sehingga terjadi traffic jam dimana-mana. 😑 Saya sendiri membeli seporsi sate jamur Cak Oney, sedangkan Nia membeli oseng-oseng mercon. Kami tidak kalap makan seperti tahun-tahun sebelumnya, karena dari pagi kami sudah makan besar. Setelah selesai melahap makanan kami, kami pun langsung pulang karena langit sudah nyaris runtuh dengan awannya yang gelap – mana Nia nggak bawa mantel pula. 😐

Sate Jamur Cak Oney

Dan, seperti biasanya, sebelum pulang kami pun menyempatkan foto-foto narsis di berbagai area photobooth yang disediakan oleh panitia festival. Β Hehe! :mrgreen:

bango1

Keluar dari area festival, kupon yang kami peroleh kemudian ditukarkan dengan kecap bango sachet – seperti biasanya. Ukuran sachet kecapnya sih kayaknya lebih kecil, tapi kita dapet tas kertas berlogo bango! *penting* *emak-emak banget lah*

bango5

Can’t wait for the next Festival Jajanan Bango in Malang!Β 

Advertisements

4 comments

  1. waah seruu aku ndak bisa ikutan karena jualan boneka jajanan pasar hahaaaa

  2. sampe rumah tepar kekenyangan :))

    1. iya. aku nggak makan sampe besoknya tuh πŸ˜›

  3. taiyaki, using “i”, not taeyaki *penting*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: