(bukan) soal cinta-cintaan..


Sekarang, semua-mua orang kerjaannya bahas cinta. Cinta bertepuk sebelah tangan lah, cinta terlarang lah, cinta tapi beda agama lah, cinta yang terpendam lah, cinta jarak jauh, hingga cinta sesama jenis (eh, naudzubillah). Sejujurnya, sebagai pribadi yang agak melankolis, saya suka dengan permainan kata yang mampu menggambarkan emosi melalui kalimat sarkastik yang tersebar di berbagai social media, apalagi jika pada kenyataannya saya juga mengalami hal yang sama. Semacam (hashtag)kode gitu untuk …. sesuatu. Tapi lama-lama ngebosenin, rasanya kalimat macam itu bukan berefek positif, malah cenderung membuat pembacanya makin galau. Iya nggak? Iya kan?

Galau sih galau, sakit hati sih sakit hati aja kalau harapannya pupus karena cinta yang tidak kesampaian. Saya, sebagai orang yang (terlalu) optimis selalu berharap bahwa ketika saya jatuh cinta, saya tidak akan merasakan sakit, tidak akan dikecewakan atau ditinggalkan, atau diberi harapan palsu. Tapi kenyataannya berbeda, tidak semua cerita jatuh cinta itu akan berakhir happily everafter dimana keduanya akan merasakan manisnya pernikahan, berdua membesarkan anak, hingga menjadi kakek-nenek seperti di dongeng-dongeng dan drama ftv. Akhirnya saya kapok juga, jatuh cinta sebelum menikah itu complicated, ribet. Yasudah sih, kalau saya suka dengan seseorang ya suka aja, saya tuliskan perasaan saya sebagai bentuk ruang katarsis pribadi, saya berdoa juga mohon petunjuk supaya kalau jodoh dimudahkan. Perkara nanti endingnya seperti apa, Allah lah yang tahu apa yang terbaik buat hambaNya.

Bukannya tidak berusaha memperjuangkan sesuatu, tapi perjuangan itu juga ada batasnya. Kalau seseorang yang kita cintai ternyata sudah memiliki pasangan, masa masih mau dikejar? Yakinkah dia akan membuat kita bahagia, jika bahkan dia ternyata tidak mampu mempertahankan pilihannya sendiri? Kalau mungkin ikatannya cuma sebatas pacaran yang ikatannya lemah dan invisible seperti itu okelah jika dia berpaling pada pilihan lain – anggap saja dia memang memilih opsi yang lebih baik. Tapi kalau ikatannya sudah mencapai level pernikahan? Ini sudah menyangkut perjanjian manusia dengan Tuhannya. Apalagi yang mau ditentang? Kalau memang cinta, doakanlah demi kebahagiaannya – dengan atau tanpa kita. Siapa juga yang bisa jamin kalau kita bisa membahagiakan dia setelah kita bisa merebutnya?

Hidup ini bukan cuma soal cinta-cintaan dan mengejar kebahagiaan dengan kisah romantis antara lawan jenis. Hidup ini bukan cuma soal cerita jatuh cinta – patah hati yang terjadi silih berganti. Hidup ini juga bukan cuma soal kebahagiaan abadi ketika kita bisa hidup bersama dengan seseorang yang kita cintai. Hidup lebih kompleks daripada itu.

Cinta memang bisa membahagiakan kita, tapi cinta itu tidak melulu pada lawan jenis, tidak melulu tentang kisah bahagia sepasang manusia. Masih ada keluarga, sahabat, dan orang-orang lain yang juga merupakan tanggung jawab kita untuk bisa menyumbangkan kisah kebahagiaan dalam kehidupan mereka.

Oiya dan satu lagi, cinta kepada lawan jenis sebelum menikah itu complicated, jadi sebaiknya diredam. Kalau kita adalah makhluk berTuhan dan beriman pada Allah, yakin lah bahwa Allah sudah menyiapkan jodoh yang tepat untuk kita suatu saat nanti. Jalinan kisah cinta sebelum menikah itu memang biasa – semua orang kini berbangga diri jika punya pacar, tapi tidak benar, banyak hal yang lebih mengarah pada zina. Meredam perasaan di luar ikatan pernikahan itu memang berat, tidak biasa, karena banyak sekali orang yang tidak sanggup melakukannya, tapi Allah menyuruh kita berpuasa jika kita belum mampu mendekati cinta dengan jalan pernikahan. Jadi, mau membiasakan yang benar atau membenarkan yang biasa?  

Advertisements

4 comments

  1. bangun cinta (setelah menikah), bukan jatuh cinta. Begitulah…

    1. *noted* 😛

  2. naokeren · · Reply

    aku suka kalimat terakhirmu! >.<

    1. hahahaha. itu nyomot juga sih dari jargonnya #IndonesiaTanpaJIL :mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: