perubahan watak dan hidayah..


Suatu siang, saya dan seorang teman sedang berbincang santai, hingga kemudian tercetus topik tentang perubahan watak.

Watak orang yang pemarah gitu bisa berubah nggak ya?

Saya bingung bagaimana menjawab pertanyaannya. Jujur saya sendiri belum pernah mengalaminya.

Bisa mungkin, kalau dengan memperbaiki ibadah.

Saya jawab ngasal, tapi berdasar. Saya percaya bahwa entah bagaimana kekhusyukan dalam beribadah bisa mengubah perilaku seseorang menjadi lebih baik – setidaknya itu yang saya alami.

Oh, kalau ibadahnya dibagusin, mungkin jiwanya jadi lebih tenang gitu, ya?

Saya mengangguk, sependapat. Tapi jujur, hal ini kemudian mengganjal di benak saya hingga perbincangan saya dengannya berakhir. Saya sendiri tidak puas dengan kesimpulan yang kami dapatkan dari perbincangan kala itu. Akhirnya, karena kebiasaan kita sudah addicted dengan google, akhirnya saya googling mengenai keterkaitan ibadah terhadap perubahan watak. Hasilnya? Ternyata apa yang saya sampaikan itu benar-benar ngasal! Meski ada benernya tapi kan saya jawabnya tanpa pengetahuan yang mumpuni. ๐Ÿ˜›

Dari beberapa situs yang saya baca, saya mendapati bahwa watak itu adalah sesuatu yang sifatnya permanen. Tapi masih memungkinkan diubah meski mungkin sulit. Hal ini terkait dengan hidayah. Hampir setiap orang ketika ditodong mengenai perubahan dirinya menjadi pribadi yang lebih baik, pasti akan menjawabnya dengan apologia โ€œSaya belum dapet hidayahโ€. Well, untuk bisa tetap istiqomah di jalan kebaikan memang perlu adanya hidayah, petunjuk dari Allah, yang menjaga kita untuk tetap berada di jalan kebaikan. Tapi, hidayah itu tidak datang sendiri, hidayah perlu dicari dengan kesungguhan hati. Begitulah kira-kira selintas kata yang saya baca mengenai filosofi keterkaitan perubahan watak dan ibadah.

Make sense sih. Jadi ketika jiwa manusia mendambakan hidayah pada awalnya akan mencari tahu mengenai kebenaran yang dapat memuaskan hatinya. Kemudian dia akan berusaha untuk menyesuaikan diri dengan kebenaran tersebut, yaitu dengan berubah menjadi lebih baik. Misalnya tentang seseorang yang berwatak pemarah, dengan dia mengetahui bahwa seorang mukmin harus bersifat sabar dan ikhlas terhadap apa-apa yang terjadi padanya di dunia, dia akan senantiasa meningkatkan kualitas ibadahnya untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dalam ibadahnya, dia akan memohon untuk dijadikan orang yang sabar dan ikhlas. Semakin dekat dia dengan Allah, dia akan semakin yakin bahwa setiap yang terjadi pada kehidupannya di dunia ini adalah skenario Allah yang terbaik, sehingga dia dapat menjadi manusia yang sabar dan ikhlas. Wallahualam.

Dan eh, setelah saya mencari tahu lebih dalam mengenai sebab-sebab hidayah, statement saya itu ternyata terdukung oleh firman Allah di Q.S At Taubah ayat 18 berikut ini:

ุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ูŠูŽุนู’ู…ูุฑู ู…ูŽุณูŽุงุฌูุฏูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูŽู†ู’ ุขู…ูŽู†ูŽ ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุขุฎูุฑู ูˆูŽุฃูŽู‚ูŽุงู…ูŽ ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงุฉูŽ ูˆูŽุขุชูŽู‰ ุงู„ุฒูŽู‘ูƒูŽุงุฉูŽ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฎู’ุดูŽ ุฅูู„ุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ููŽุนูŽุณูŽู‰ ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ููˆุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูู‡ู’ุชูŽุฏููŠู†ูŽ

Hanyalah yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S. Attaubah (9) : 18)

Jadi ternyata, memang secara tidak langsung peningkatan kualitas ibadah itu bisa berdampak pada perubahan watak juga. Semoga kita termasuk orang-orang yang pantas mendapatkan hidayah Allah, yang mengimani Allah dengan sebaik-baiknya. Semoga kita yang wataknya kurang baik dapat berubah menjadi lebih baik dengan meyakini bahwa kita bisa menjadi manusia yang lebih baik, dengan terus mengharapkan hidayah dari Allah melalui wujud perilaku kita. Aamiin :mrgreen:

Advertisements

2 comments

  1. ehehehe…seenggaknya obrolan kita bermanfaat yah beibz ๐Ÿ˜€

    1. hahaha untung obrolan kita nggak nge-ghibah doang isinya :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: