KEMI: cinta kebebasan yang tersesat..


Buku yang covernya saya pajang ini sebenarnya berjenis novel. Covernya agak-agak serem gimana gitu kalo dilihat malem-malem. 😛 Topik yang dibahas dalam novel ini merupakan salah satu isu yang sangat populer saat ini, yaitu Islam liberal. Penulisnya , yaitu Adian Husaini, jika ditilik dari biografinya – sebenarnya bukan merupakan penulis yang fokus di bidang novel Islami. Novel ini sudah lama diterbitkan, sekitar tahun 2010, tapi lagi-lagi saya memang baru concern dengan isu seperti ini pada tahun-tahun terakhir. Dulu sih, saya benar-benar belum mengenal isu Islam liberal, apalagi saya kuper dan tidak bergelut dengan organisasi-organisasi Islam maupun halaqah di lingkungan kampus, hehehe. Saya baca buku ini aja pinjem punya seorang teman soulmate nonton, baca buku, sampe pengajian. 😛

Alur ceritanya dimulai dari anak pesantren bernama Kemi yang memilih untuk melanjutkan kuliah karena mendapat beasiswa di sebuah universitas di Depok, yang kemudian membawa dia dan prinsip hidupnya menjadi liberal. Konflik menarik dari novel ini terletak pada usaha Rahmat, sahabat Kemi di pesantren, yang diam-diam dibantu oleh Kyainya dalam upaya menyelamatkan Kemi dari paham Islam liberal. Alur dan penjelasan masalah dalam novel ini cukup mudah dipahami bahkan oleh orang yang awam mengenai Islam liberal (seperti saya) sekalipun.

Kekurangan dari novel ini sih menurut saya, kurang panjangnya alur cerita. Hehe. Sampai akhir cerita saya belum bisa benar-benar menangkap alasan seseorang bisa berubah paham menjadi liberal seperti yang diceritakan dalam novel ini. Menurut saya novel ini lebih bersifat deskriptif-informatif daripada naratif. Secara keseluruhan tujuan penulis untuk bisa membuka mata dunia mengenai keberadaan Islam liberal sih tercapai, tapi mungkin perlu penjabaran yang lebih detail mengenai bagaimana Islam liberal itu bisa mengubah pola pikir penganutnya.

Satu bagian yang paling nyentil saya di novel ini sebenarnya adalah bagian si Rahmat berdoa agar Allah senantiasa menunjukkan yang mana yg haq dan yang bathil untuknya. Doa yang Rahmat panjatkan itu adalah doa yang sama yang saya baca setiap selesai sholat sejak saya SD. Saya tahu doa itu adalah doa agar Allah menunjukkan yang mana yang baik dan yang salah untuk kita, tapi setelah saya terbawa dalam alur cerita novel ini saya baru benar-benar memahami makna doa yang saya baca selama ini. Dan semoga Allah senantiasa menjaga kita semua agar terhindar dari hal-hal yang bathil dengan selalu memanjatkan doa ini:

اللهُمَّ أَرِنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا التِبَاعَةَ وَأَرِنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا

اجْتِنَابَهُ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

Allahumma arinal-haqqa haqqan warzuqnat-tiba’ah, wa arinal-batila batilan warzuqnaj-tinabah, bi rahmatika ya arhamar-rahimiin.

O Allah! Let us see the good as good, and bless us with following it. And show us the falsehood as falsehood, and bless us with staying away from it, with Your mercy, O Most Merciful!

Aamiin.. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: