simple common courtesy..


Common courtesy a.k.a tata krama, nampaknya sudah mulai memudar dalam kehidupan kita saat ini. Yah, negara kita adalah negara yang menganut adat ketimuran, terutama tempat saya tinggal sekarang ini di Pulau Jawa, yang notabene suku Jawa itu sangat memegang teguh tata krama. Saya nggak tahu banyak soal tata krama yang berlaku di suku-suku lain di Indonesia, tapi saya yakin permasalahan sopan santun di berbagai suku tidak akan jauh berbeda. Orang timur itu cenderung punya aturan sopan santun dalam menghormati orang yang lebih tua.

Dalam keluarga saya sendiri, kedua orang tua saya cenderung memposisikan diri sebagai teman untuk anak-anaknya. Kami biasa berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa ngoko – karena Papa berasal dari Banyuwangi yang terbiasa dengan bahasa Osing dan Mama berasal dari Pamekasan tentunya dengan bahasa Madura. Keluarga kami tidak terbiasa menggunakan Bahasa Jawa krama, seperti pada umumnya orang-orang di Jawa – ya soalnya kami juga nggak bisa disebut sebagai suku Jawa meski di KTP ditulis bersuku Jawa :-P. Meski hubungan orang tua – anak dalam keluarga saya seperti hubungan pertemanan, tidak lantas anak-anak bisa berbicara tanpa unggah-ungguh kepada orang tuanya. Jika saja ada anaknya yang berbicara tidak sopan pasti orang tua saya akan memberikan punishment yang cukup…. sakit! 😐

Saya tidak tahu pasti apa hubungannya perkembangan zaman dengan lunturnya tata krama bermasyarakat. Namun, selama saya menjadi asisten dosen dalam beberapa tahun terakhir, tidak jarang saya nyinyir memperkarakan tata krama. Saya bukannya pengen dihormati sampe kayak segimananya, but hey, it’s about common sense. Orang yang normal pastinya memiliki common sense, mereka tahu bagaimana memposisikan diri pada suatu kondisi, which is called common courtesy. Saya emang masih mahasiswa, sama halnya dengan praktikan-praktikan saya. But please, give those lecture assistant a bit of your respect. Dengan sedikit saja praktikan bisa menghargai asisten dosennya, maka asisten dosen pasti akan dengan ikhlas memberikan nilai praktikum yang baik. Percaya, deh! πŸ˜‰

Hal yang lebih parah lagi, nggak sedikit kejadian yang saya amati, bahwa banyak mahasiswa sekarang ini kurang bisa menempatkan diri – padahal sendirinya juga masih mahasiswa. Masih banyak yang kurang bisa mengatur tata bahasa dan tingkah laku yang baik untuk berbicara dengan dosennya. Komunikasi dosen-mahasiswa saat ini sudah makin dipermudah dengan adanya teknologi sms, email, maupun social network. Tapi tentunya kalimat yang digunakan harus berkesesuaian.
Masa iya kirim sms ke dosen nggak pake sebut nama, langsung asal nyeplos nanya ini-itu?
Masa iya kirim sms ke dosen pake bahasa alay yang disingkat-singkat?
Masa iya menyampaikan argumen yang berbeda dengan dosen pake kalimat yang kasar? Β 

Saya sendiri banyak mengenal beberapa dosen di kampus, yang memang sudah saya kenal sejak di SMA dulu. Saya terbiasa bercanda juga dengan mereka, tapi setidaknya saya masih memanggil mereka dengan panggilan Mas atau Pak. Saya merasa kurang sopan rasanya jika memanggil dosen tersebut dengan kata ganti lain, seperti –mu misalnya. Coba deh dirasakan, ketika mendengar kalimat β€œPak, saya mahasiswamu di kelas matakuliah X.” dibandingkan dengan β€œPak, saya mahasiswa bapak di kelas matakuliah X”. Kalimat mana yang lebih pantas?

Saya bukan orang maha benar – karena kebenaran hanya milik Allah. Tapi cobalah untuk bisa menempatkan diri, cobalah untuk selalu bisa memfungsikan common sense dengan baik. Perkembangan zaman seharusnya tidak mengubah konsep tata etika dalam kehidupan bermasyarakat. Kita hidup dengan aturan ketimuran yang indah. Kalau bukan kita yang melestarikan budaya yang indah ini, lalu siapa lagi? πŸ˜‰

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: