#ditinggalRabi


http://www.google.co.id/imgres?hl=id&sa=X&biw=1280&bih=632&tbm=isch&prmd=imvns&tbnid=i434tCgFXxwFIM:&imgrefurl=http://uhtyzhu.blogspot.com/2012/03/kenapa-cewek-itu-perlu-dijaga.html&docid=u_dkdcCIEBQOHM&imgurl=http://3.bp.blogspot.com/-NaHULVHknI0/Tdx2tQ434WI/AAAAAAAAA70/82sO43QABcg/s1600/kartun.jpg&w=604&h=453&ei=sRBMUInnL8mIrAeTz4GgBg&zoom=1

Ini bukan tulisan galau meracau tentang seorang perempuan yang ditinggal masa lalunya menikah lebih dulu..

Hahaha. Rasa-rasanya kalau di awal udah ditulis prolog macem itu, kayaknya malah mengesankan ini tulisan galau gitu yak? Tapi serius ini bukan tulisan galau. πŸ˜› *ngotot* Iya, kemarin seseorang dari masa lalu saya yang pernah berniat menikah dengan saya (sebut saja partner ta’arruf) telah melepas masa lajangnya. Saya diundang sih, tapi berhubung jauh sekali lokasi perhelatan walimatul ‘ursy-nya, saya cuma bisa menyampaikan doanya via message saja. Galau? Alhamdulillah enggak. Saya malah seneng akhirnya dia bisa menyempurnakan separuh imannya, soalnya doi udah ngebet tuh dari dulu, hihihi. *ampun mas*

Jadi sebenarnya, posting kali ini bukan untuk curcol kalo saya ditinggal nikah, terus mau mengenang apa yang dulu terjadi dengannya. Bukan, bukan itu. Siapa pun yang menikah lebih dulu, itu bukan masalah. Karena buat saya, menikah itu bukan balapan, tentang siapa yang harus duluan, atau siapa yang tertinggal. Yakin saja, kalau Allah sudah menentukan tempat, waktu, dan peristiwa yang tepat mengenai bagaimana kita akan bertemu jodoh kita, kemudian merasa yakin Lillahi ta’alaa, dan akhirnya menikah. πŸ™‚

Soal menikah muda. Iya, sejak SMA, ketika novel ayat-ayat cinta sedang booming, dengan kisah romantisme pasangan yang sudah menikah, siapa coba yang nggak jadi mupeng menikah? πŸ˜› Saya termasuk yang mupeng ketika itu, hahaha. Kemupengan itu berlanjut hingga kuliah dan kemudian malah membuat saya berpikir ulang mengenai keinginan menikah muda ketika ada yang benar melamar saya. Saya ingin menikah muda karena rasa jealous dan envy ketika melihat pasangan muda lainnya yang sudah menikah bisa berpacaran dengan halal ataukah karena saya memang sudah siap? Anjuran menikah muda instead of pacaran sudah banyak diproklamirkan dimana-mana. But hey, tidakkah menikah itu lebih dari sekedar urusan pacaran halal? Dari sini, saya menilai bahwa diri saya mungkin hanya terbakar rasa jealous dan envy, melihat teman-teman yang sudah menikah dan berbahagia happily everafter selama-lamanya dalam kehidupan pernikahannya. I’m still haven’t ready yet.

Kemarin, teman sepermainan saya dulu waktu SD melangsungkan prosesi ngunduh mantu di rumah mertuanya dan saya hadir sebagai perwakilan mama. Dia telah menikah bulan Juli lalu dan kini sudah menjadi bumil. Aaah, tinggal saya nih yang belum nikah. Semua orang akhirnya mempertanyakan juga mengenai: kapan nyusul? sudah punya calon? punya pacar? kalo nggak punya kenapa? buruan cari pacar, soalnya kalo nanti udah nggak kuliah makin susah cari calonnya. Sebel sih, diberondong pertanyaan kepo macem itu. Betein lagi tuh kalo udah disuruh cari pacar, takut kalo udah lulus ntar gak laku. Ini sebenernya yang nentuin saya nikah sama siapa itu Allah atau panjenengan yang kepo sih? 😐 Saya ditinggal nikah oleh masa lalu saya dan juga ditinggal nikah teman sepermainan saya dulu. Hahahaha. Feeling pathetic? Sorry man, I’m cool! πŸ˜›

Jadi kenapa saya belum menikah? Hahaha. Selain karena belum menemukan calon yang berhasil membuat saya merasa ‘you’re the one i can’t live without‘ dan sudah hafal surah Ar Rahmaan buat mahar saya nanti (ngarep), saya sendiri merasa belum siap, tapi juga bukan berarti bahwa saya tidak mempersiapkan. Orang tua saya juga kayaknya masih berat hati jika putri satu-satunya (soalnya adek saya cowok semua) segera dilepas menjadi hak orang lain, hihihi. Saya merasa mereka memang lebih mengerti kepribadian saya ketimbang diri saya sendiri, entah bagaimana, orang tua itu seolah punya indera keenam tentang anaknya. πŸ™‚ Saya masih berada dalam tahap mempersiapkan diri untuk menikah, baik persiapan lahir maupun bathin. InsyaaLlah secepatnya, entah secepatnya itu membutuhkan waktu berapa lama. πŸ™‚

Oiya, tadi saya nemu quote bagus di tumblr:

Menikahlah saat sudah siap. Kesiapan itu sendiri diciptakan oleh diri yang berusaha menjadi siap. Jangan pula menunda menikah dengan alasan belum siap, jika ketidaksiapan itu dikarenakan diri yang tidak kunjung mengusahakan untuk siap.

Advertisements

2 comments

  1. hastag #ditinggalRabi dulu itu jadi TT ga di twitland πŸ™‚

    1. untungnya enggak hahaha. yang lebih apesnya lagi, ybs ternyata baca blogku ini hahaha. you know lah dia komen juga. hahahaha #selfpukpuk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: