daun yang jatuh tak pernah membenci angin..


Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, adalah salah satu dari sekian bukunya Om Darwis Tere Liye. Dari kesekian bukunya Om Tere Liye, sebenarnya saya cuma tertarik dengan dua judul saja, yaitu Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin dan Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah. Eits, kerasa kalau judulnya galau yak? Hihihihi. 😛 Emang sih, akhir-akhir ini saya mood-nya sama novel-novel bergenre roman dan metropop yang judulnya galau-galau gitu. Trend novel sekian-logi dan novel religi yang inspiratif lama-lama bikin bosen juga gak sih, soalnya semuanya aja bikin novel macem gitu, dari tetralogi laskar pelangi sampe ayat-ayat cinta keduanya bikin trend membanjirnya toko buku dengan produk sejenis. Novel ini sebenernya udah lama banget saya beli, barengan dengan Divortiare tapi baru sempet nulisnya sekarang. Maap. 😐

Nah, kalo menurut saya, di antara dua novel Om Tere Liye yang saya beli ini, saya lebih suka si Daun ini. Dari judulnya aja udah berat banget gitu kayaknya pake personifikasi yang piye-piye*apasih. Settingnya tentang keluarga gelandangan yang putus sekolah, mereka kemudian bertemu sang malaikat yang kemudian membawa kehidupan mereka  menjadi lebih baik dengan membiayai sekolah mereka. Hingga akhirnya sang Ibu meninggal karena sakit, dua anak gelandangan malang itu kemudian diasuh dan tinggal bersama sang malaikat hingga dewasa. Danar, nama malaikat itu.

Alur cerita novel ini berjalan perlahan namun semakin pasti membuat pembacanya geregetan. Saya sempet mangkel sendiri ketika saya mencapai tiga perempat bagian novel ini. Emosi pembaca benar-benar terbawa ketika membacanya, sampai-sampai saya mogok baca dan baru melanjutkan bacaan keesokan harinya dengan kondisi mood yang stabil.

Gila yaa, ini si Tania (tokoh utama perempuan dalam novel ini, anak gelandangan yang sulung) kenapa gitu banget sifatnya? kenapa dia gak bilang aja gitu kalo dia cinta sama Danar? kenapa gak gini aja sih? kenapa gak gitu sih?

Sesiapapun yang baca bakalan ngerasain kejengkelan macem itu! 😡 Oh iya, dan bagi yang merasa senasib dengan si Tania, siap-siap aja nangis ngejer gak karuan *lebay* ngebacanya. mhihihihi.

Novel ini adalah salah satu a very very must read novel di antara karya-karyanya Om Tere Liye. Ceritanya tidak romantis, cenderung sederhana, konfliknya juga sederhana, seperti bagaimana pesan penting yang tersirat dari judul novel ini, seolah menyuruh kita untuk menerima takdir yang sudah ditetapkan. Tapi, kita tidak akan bisa mengerti apa makna judul novel ini tanpa membaca keseluruhan ceritanya, tanpa mengikuti paragraf demi paragrafnya.

Novelnya bagus banget, Om! 

Advertisements

4 comments

  1. blognya jadi memusingkan

    1. apanya? layoutnya? 😐

      1. sepertinya iya..

      2. sepertinya iya.., sama emot2 nggak jelas yang bergerak2 itu…:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: