melamar..


Yth. Calon istri saya, calon ibu anak-anak saya, calon anak Ibu saya, dan calon adik untuk kakak-kakak saya
di Tempat

Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh.
Mohon maaf jika anda tidak berkenan, tapi saya mohon bacalah surat ini hingga akhir baru kemudian anda dapat membuang atau membakarnya.
Saya, yang bernama Arrayyan Fikri menginginkan anda untuk menjadi istri saya. Saya bukan siapa-siapa, saya hanya manusia biasa. Saat ini saya mempunyai pekerjaan, namun saya tidak tahu apakah nanti saya akan tetap mempunyai pekerjaan. Tapi yang pasti saya akan berusaha untuk mempunyai penghasilan untuk mencukupi kebutuhan istri dan anak-anak saya nanti. Saat ini saya masih mengontrak rumah dan saya tidak tahu apakah saya nanti akan mengontrak selamanya. Tapi yang pasti saya akan berusaha agar istri dan anak-anak saya nanti tidak kepanasan dan kehujanan.
Saya hanya manusia biasa, yang mempunyai banyak kelemahan dan beberapa kelebihan. Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya, untuk menutupi kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya. Saya hanya manusia biasa, dengan cinta yang biasa saja. Oleh karena itu saya menginginkan anda mau membantu saya memupuk dan merawat cinta ini agar menjadi luar biasa. Saya tidak tahu apakah nanti kita bisa bersama-sama sampai mati, tapi yang pasti saya akan selalu berusaha menjadi suami dan ayah yang baik.
Mengapa saya memilih anda? Hingga saat ini, saya juga tidak tahu mengapa saya memilih anda. Yang saya tahu, hanya nama anda lah yang ada dalam istikharah saya. Yang saya tahu, saya memilih anda karena Allah. Saya menikah untuk menyempurnakan iman saya dan melaksanakan sunnah Rasulullah. Saya tidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya akan berusaha sekuat tenaga untuk menjadi lebih baik dari saat ini. Saya mohon anda istikharah dulu sebelum memberi jawaban atas lamaran saya. Semoga Allah ridha kepada jalan yang kita tempuh ini. Aamin.

Wassalamua’alaykum warahmatullah wabarakatuh.

Kertas A4 bertuliskan tinta hitam dengan deretan tulisan yang cukup rapi itu kudekap dalam istikharahku. Kalimat-kalimat awal dalam surat itu membuatku tertegun, sekaligus tersenyum. Tiga puluh hari yang lalu, aku masih bersimpuh di atas sajadah ini dalam tahajudku, memohon agar Allah memperkenankan aku menyempurnakan separuh imanku bersamanya. Sepuluh hari yang lalu aku hendak bermaksud menanyakan Kak Fikri melalui sepupuku, jika dia belum memiliki calon istri, maka aku akan menawarkan diriku menjadi pendamping hidupnya. Sesungguhnya atas kuasa Allah lah surat ini dapat tiba di genggamanku hari ini.
Ya Allah, Engkau adalah Dzat Yang Menguasai Cinta. Jika Engkau memperkenankan kami menyempurnakan iman bersama, maka hadirkanlah dia dalam setiap istikharahku, namun jika tidak, berikanlah keikhlasan dalam hati kami, karena kami yakin bahwa Engkau yang paling mengetahui apa yang terbaik untuk kami. Aamin.

Love, Fhie.

Advertisements

2 comments

  1. semoga dilancarkan..aamiin..:’)

    1. ini cuma fiksi sih mas. 😐 tapi semoga aja bisa jadi kenyataan. amin! 😳

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: