taare zameen par..


Taare Zameen Par ini katanya kalo diterjemahkan artinya every child is special. *tulisan di cover filmnya gitu sih* Film berdurasi nyaris tiga jam ini udah lama sih, jebolan tahun 2007, tapi saya baru nonton sekarang sebagai hiburan di saat jengah mengerjakan skripsi. 😐

Ceritanya tentang seorang anak kecil yang mengalami dyslexiaketidakmampuan mengenal huruf dan angka – tapi dibalik itu dia ternyata menyimpan bakat menggambar yang luar biasa. Ceritanya sederhana dan cukup real, tapi namanya film India pasti semuanya jadi film drama musikal sih ya? Untungnya joget-jogetnya gak banyak. 😆
Pas nonton film ini, emosi saya jungkir balik antara terharu, nangis, bersyukur, bingung, ternganga, dan lainnya. Sebagaimana pada umumnya masyarakat memperlakukan anak yang berkebutuhan khusus dengan agak mendiskriminasi, film ini awalnya juga demikian. Padahal sebenarnya mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan fasilitas kehidupan yang sama dengan kita yang normal. Namun film ini memberikan pesan yang berharga agar kita semua dapat membuka mata tentang dunia mereka, agar mau memahami, dan menerima dunia mereka. 😥
Nonton film ini, bikin saya pengen mencicipi rasanya menjadi guru SD. Saya teringat dengan pengalaman mengajar saya dulu waktu jadi panitia pengmas KKM XXXIII. Ada beberapa murid yang berkali-kali tinggal kelas karena belum bisa membaca. Bahkan murid di kelas saya, sudah kelas 4 dan sudah tiga kali tidak naik kelas, dia masih juga belum bisa membaca. Mungkin mereka memang bandel, tidak mau menurut, namun mereka bukannya tidak mau berusaha, toh pada kenyataannya mereka tetap rajin berangkat ke sekolah. Itu menunjukkan bahwa mereka sebenarnya memiliki niat untuk sekolah, hanya saja mungkin membutuhkan perhatian ekstra dari gurunya untuk membantu dan meluangkan waktu untuk mengajari mereka dengan perlahan. Selama 12 tahun saya menempuh pendidikan di sekolah, yang sering saya rasakan adalah pemberian judgement terhadap siswa yang kurang pintar dan bandel, kemudian memberikan mereka punishment yang beragam, mulai dari bentakan, jeweran, cubitan, bahkan tamparan. Ngeri. Saya akui melihatnya itu rasanya ngeri sendiri, yah alhamdulillah saya tidak pernah kena berbagai macam hukuman fisik dari guru saya. Menurut saya, kekerasan fisik itu akan mengakibatkan trauma dan mungkin bisa membuat mereka mendendam. Akibatnya, siswa terpaksa belajar mengikuti kemauan gurunya hanya agar terhindar dari hukuman. Cuma sekedar pendapat sih, lagian siapa saya mau berkelakar soal pendidikan dan pengajaran? Kan pastinya guru-guru di sekolah itu lebih tahu bagaimana cara menghadapi murid-muridnya.
Well, dan eh, semakin lama saya jadi semakin jatuh cinta dengan anak-anak dan dunia pendidikan loh! :mrgreen:

Advertisements

8 comments

    1. review kok itu 😛

      1. ah, boong.. 😛
        curhat yang dibungkus dengan review. lha orang paragra terakhirnya isinya curhat semua… :p

      2. oke aku akui iya 😆

  1. artinya kalau ndak salah bintang kecil dilangit..terus “every child is special” yang dicover itu adalah quorte dari film ini.. 😀

    *nnton film ini bareng sama istri.. 😳

    1. oh ternyata artinya itu. hihihi. saya sotoy 😛
      anyway, filmnya bagus banget!!

  2. hoho, pas liburan nonton ini juga
    kasian, semua orang termasuk keluarganya pas awal nggak ada yang sadar kalau dia berkebutuhan khusus, dan bukannya bodoh banget 😦

    1. pas pertama dimulai filmnya udah bikin simpatik gitu anaknya 😐
      subhanallah~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: