tentang saya, jilbab, dan rok..


Buat seluruh perempuan muslim, menutup aurat merupakan perintah Allah. Sebagaimana kita ketahui bahwa perintah itu merupakan sesuatu yang sifatnya wajib dikerjakan, bukan sesuatu yang bisa kita pilih untuk mau menjalankannya atau tidak. Perintah menutup aurat ini direalisasikan dengan mengenakan khimar (saya pakai kata khimar aja biar lebih diplomatis). :mrgreen:
Waktu masih SMA, saya dulu termasuk orang yang sering mengenakan jilbab dengan bawahan rok. Alasannya sederhana saja, saya lebih nyaman mengenakan rok. Yah, mungkin karena terbiasa mengenakan seragam dengan rok panjang kali ya. Saya belum memahami esensi keterkaitan penggunaan jilbab yang dipadu dengan rok. Buat saya, pokoknya saya mengenakan kerudung yang menutup dada, mengenakan pakaian yang menutup aurat – tidak ketat, transparan, atau membungkus badan, tidak peduli saya mengenakan celana ataupun rok, itu sama saja. Meskipun saya sudah mengenakan jilbab sejak kelas 6 SD, yang saya pahami hanya sebatas itu. Kebetulan, keluarga saya menganut paham ‘jilbab yang liberal’ macam ini, pokoknya berjilbab tidak ketat – tidak masalah mengenakan rok atau celana.
Begitu kuliah, saya masuk di fakultas teknik. Fakultas yang sebagian besar adalah kaum adam dan identik dengan sifat perempuan yang tomboy. Saya akui, saya bukan perempuan yang kalem, eh tapi penampilan saya masih cukup feminin kok 😳 . Hingga akhirnya saya terbawa suasana lingkungan kuliah, terutama saat masih menjadi maba. Penampilan saya yang dulu lebih sering mengenakan jilbab dan rok, makjebret langsung berubah menjadi lebih sering mengenakan celana jeans model pensil yang yah, selalu saya upayakan agar tidak ketat sih. Saya tidak menyalahkan takdir yang menetapkan saya terjun ke dunia teknik, tapi ya sudahlah ya. Kala itu, mengenakan celana merupakan suatu pilihan yang paling bisa membuat saya nyaman dalam kehidupan perteknikan saya. Pernyataan itu tampak hanya sebagai apologia saja, ketika akhirnya saya mengetahui apa esensi mengenakan jilbab dan rok.
Lalu apa yang menyadarkan saya soal esensi jilbab dan rok? Awalnya, saya merasa kurang nyaman ketika beberapa teman lelaki saya di kampus mulai berani menyentuh pundak saya. Bagi banyak orang mungkin hal ini bukan sesuatu yang perlu dipermasalahkan. Tetapi, dari dulu saya sangat tidak terbiasa terlibat kontak fisik dengan lelaki yang bukan mahram saya, meskipun teman lelaki saya lebih banyak dari teman perempuan. Kemudian saya sharing mengenai kegelisahan ini dengan beberapa teman dekat yang sepemikiran. Well, brainstorming yang kami lakukan menghasilkan pemikiran bahwa saya perlu menambah shield untuk menjaga diri saya. Ternyata, mengenakan kerudung lebar, baju panjang sedengkul, dan celana jeans tidak ketat itu masih kurang bisa menjaga diri saya. Sepertinya memang saya harus mengenakan rok. Karena yah, perempuan berjilbab lebar yang dipadu dengan rok itu memberikan efek yang berbeda bila dibandingkan dengan perempuan berjilbab lebar dan bercelana. Saya kira awalnya tidak berbeda. Tapi ternyata dugaan saya salah. Salah besar! Dan akhirnya saya menyadari, cara berpakaian saya ini yang harus diubah. Tampak simple memang, tapi memberikan efek cukup besar. Sangat besar, bahkan! Meskipun saya masih dalam masa transisi dari ‘sisi kelam’ menjadi saya yang insya Allah lebih baik, perasaan damai dan nyaman itu mulai terasa di kalbu. Rok yang saya pakai rasanya bukan sekedar pakaian. Rok yang saya pakai ternyata adalah pelindung kehormatan saya. 🙂

Advertisements

2 comments

  1. Yaaay! Bisa dibilang, rok dan wanita itu sepasang! 😳 Wanita akan terlihat manis dan anggun dengan rok. 😳

    Pastinya, kita harus menutup aurat, bukan membungkusnya. 😆

    1. 😳 yang saya tahu awalnya sih cuma efek pake rok itu bikin perempuan keliatan anggun. tapi, di balik itu ternyata memang ada efek yang sangat berpengaruh gegara pake rok, jadinya bisa lebih menjaga diri saya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: