saya memang gak cocok pacaran.. *eh


Yak, pemikiran ini tetiba muncul setelah saya menggalau dengan seorang teman yang yah, bisa dikatakan sepemikiran dengan saya. πŸ˜€ Curcol dikit nih ya, saya udah pernah pacaran memang. Jika dihitung, saya sudah tiga kali dekat eh, dekat sekali dengan seorang lawan jenis. Alhamdulillah, mereka yang pernah dekat dengan saya ini orangnya kebetulan cowok yang gak neko-neko dan cukup alim 😳 . Saya gak tau juga, musti menamakan hubungan kedekatan ini dengan pacaran atau apa, saya bingung nyebutnya. Apa mungkin ta’arruf ya? Yah, mungkin demikian. Tapi dulu kami belum kenal sama istilah macem itu. Soalnya, kalau dikatakan pacaran, hubungan kami juga gak segitunya seperti layaknya orang pacaran. Kami jarang banget jalan bareng, berduaan, dan bahkan tidak pernah sama sekali berjabat tangan – apalagi sampai bergandengan tangan dan seterusnya. *eh
Kedekatan semacam itu berlalu sekian lama, hingga akhirnya kami sama-sama memutuskan untuk mengakhiri kedekatan itu. Bahasa awamnya sih, putus. Padahal saya juga gak tau, emang pernah ada yang nyambung? Permasalahan yang mengakibatkan kami ‘memutuskan’ kedekatan kami itu seharusnya bisa diselesaikan dengan suatu cara, yang saya sendiri malas memikirkan bagaimana solusinya. Yah, mungkin karena kami masih labil kali ya, jadinya lebih baik menghindari suatu masalah daripada menyelesaikannya.
Setelah sekian kali jadian-putus atau apalah nyebutnya, saya akhirnya tersadar akan satu hal. Sepertinya saya memang tidak cocok dengan budaya pacaran. Yang saya lihat dari teman-teman saya yang berpacaran, mereka selalu berusaha mentolerir pacarnya atas kelakuannya yang mungkin tidak baik, berkorban ini-itu buat pacarnya, menuruti apa saja keinginan pacarnya, bahkan rela backstreet dari berbagai pihak jika pun hubungannya tidak direstui. Well, saya orangnya malas buat melakukan hal-hal macam itu. Bukan karena apa, tapi karena saya berpikir: buat apa saya melakukan hal-hal itu, toh si doi bukan siapa-siapa saya, suami bukan, calon suami saja bukan. Jadi, kalau memang merasa sudah tidak cocok, ya sudah diakhiri saja. Masih sayang, well, iya sih – bahkan iya banget. Tapi buat apa juga sih mempertahankan suatu hubungan yang gak jelas juga hubungan itu akan berakhir ke mana. Menikah, emang doi berani minta saya tanpa modal gitu? Saya mau dikasih makan apa? Cinta. Halah.. πŸ˜†
Saya prefer being single. Enak lah jalan kemana-mana sama teman-teman. Saya juga orang yang tidak suka dibatasi, apalagi oleh orang yang tidak berhak untuk membatasi saya. Seringkali seseorang membatasi pacarnya dengan alasan untuk menjaganya. Iyakah menjaga? Benar saja, si pacar dijaga dari cowok atau cewek lain, tapi rupa-rupanya dia sendiri yang mengeksploitasi pacarnya. Itukah menjaga? Kalau buat saya, bukan. Menjaga itu, sepatutnya juga berupaya menghindarkan si pacar dari segala resiko dari sesiapapun yang bukan mahram.
Saya tampak antipati dengan kata pacaran di sini. Fyi, saya pernah pacaran (dekat dengan lawan jenis) juga kok. Atau mungkin, saya menemukan bahasa agak alim, agak dewasa, dan cukup keren-nya: komitmen. Yah, asalkan komitmen itu tidak dikotori dengan hal-hal yang mendekati zina sih mungkin tidak masalah. Cuma, menurut pengalaman saya, susah loh menjaga hati agar tidak melakukan hal-hal yang mendekati zina itu jika kita sudah dekat dengan seseorang yang kita suka. Pasti akan ada saja hal-hal yang menurunkan standar toleransi kita, bahkan se-alim apapun pacar kita itu. Well, baiknya sih emang gak usah pacaran: jaga hati, jaga fisik, dan menjaga keimanan kita juga. Toh pada akhirnya kalau jodoh juga pasti dipertemukan di suatu masa yang tepat. Allah sudah memberikan ketetapan yang paling indah buat kita. Yakin saja. :mrgreen:
Tulisan ini cuma pendapat saya, murni! Mungkin beberapa orang akan sedikit atau bahkan sangat tidak setuju. Tapi mungkin bisa menjadi pertimbangan juga sih. Semoga bermanfaat. πŸ™‚

Advertisements

7 comments

  1. Wah, kalo soal hubungan dekat dengan lawan jenis, saya sering. πŸ˜†
    Kalo “amat sangat dekat”alias TTM (teman tapi mesra), saya pernah beberapa kali. Dan itu… kadang enak, kadang nggak enak. Gak ada kejelasan status membuat hati saya bingung mau menganggap si dia itu apa. 😦
    Tapi kami pernah jujur satu sama lain, menyatakan perasaan kami masing2. Dan akhirnya kami sepakat kami dekat aja, tapi tanpa status pacaran. Mau tahu alasannya? Alasan yang simpel. Kalo pacaran, entar bisa putus. Kalo gak ada status, ngambang terus, kan enak, ngambang aja terus, gak bisa disambung, gak bisa diputus. πŸ˜† Konyol memang… πŸ˜†

    1. hahaha. πŸ˜†
      itu mah mau ambil enaknya aja. πŸ˜›
      saya di sini menekankan pada kegiatan yg dilakukan orang pacaran sih ya. biasanya kan pergi bareng kemana2, ngelakuin apa aja buat pacarnya. kalo saya mah ogah, dia siapa juga? πŸ˜›
      kalo misalnya ada suatu hubungan kedekatan yang tidak menuntut itu semua mungkin saya oke. tapi emangnya ada ya? πŸ˜›

      1. Hmmmm justru itulah “cinta”. πŸ˜€
        Kalo orang udah suka atau sayang atau cinta, dia bakal mau melakukan apapun dan berkorban apapun untuk kekasihnya. πŸ˜‰
        Dan… itu juga yang saya lakukan ketika TTM-an itu. πŸ™‚

      2. iya memang.. tapi buat saya sepertinya belum saatnya melakukan pengorbanan sampai segitunya lah.. kalo cinta itu sudah dinaungi ikatan pernikahan baru lain lagi. wajib malah.. πŸ˜‰

      3. Hmmm hmmm *manggut2* Saya juga sepakat pendapat Fhie. πŸ™‚
        Ada benarnya juga. Cinta yang sejati hanyalah untuk Allah SWT. Jangan sampe cinta kita pada manusia di dunia ini melebihi cinta terhadap Allah SWT. πŸ™‚

        Tapi, tak ada salahnya kan, sedikit berkorban demi orang yang kita sayangi? :mrgreen: Samalah seperti saat saya berkorban untuk sodara saya. πŸ˜†

      4. sejauh mana pengorbanan itu ada batas kewajarannya laah.. :mrgreen:
        benar sekali! jangan sampai kecintaan kita terhadap manusia itu melebihi kecintaan kita kepada Allah.. πŸ˜‰

  2. I fully agree πŸ˜€ mantepppp

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: