Pengmas KKM shift 1 #day 4


Yak, saya akan menceritakan kisah hari keempat saya di lokasi pengmas KKM di sini, tanggal 27 Januari 2011. :mrgreen:
Jadwal pelajaran siswa kelas 4 hari ini adalah Agama, Bahasa Indonesia, dan PKn. Wohoo~ sudah jelas saya dan Jun tidak mengajar mata pelajaran Agama di pagi hari. Kami pun menyusup di kelas 5 menemani Alvita dan Wilda. Setelah istirahat pertama berakhir, kami pun mulai masuk ke kelas 4 dan mengajar Bahasa Indonesia! Yaa, hari ini adalah hari yang kami tunggu-tunggu! Kenapa? Kami sudah penasaran sekali dengan cita-cita anak didik kami. Cita-cita anak SD itu menarik sekali, karena keinginan mereka masih sebatas mimpi dan imajinasi, belum tercemar oleh pahitnya realita seperti yang kita alami saat ini. Kalaupun ada orang yang bertanya tentang cita-cita saya saat ini apa? Saya hanya akan bisa terbengong-bengong tidak tahu harus menjawab apa. Lihat saja sekarang, sepertinya sedikit sekali orang di dunia ini yang mendapatkan pekerjaan sesuai dengan cita-citanya di masa kecil. 😦
Di kelas ini, kami pun mulai menunjuk siswa yang duduk di bangku paling depan untuk maju terlebih dahulu membacakan karangannya di depan kelas. Saya pun mencatat nama mereka beserta cita-citanya masing-masing di selembar kertas.

Berikut ini cita-cita mereka :
Guru : Vidiana, Reni, Maya, Nilam, Fitri, Rinda, Sari, Purwati, Tia, Elsa, Khoiriyah, Movin, Galang, Renata
Guru agama : Kholifatus
Dokter : Risma W, Aziza, Lala, Vita, Risma A, Eliya, Nora, Lutfi
Dokter gigi : Fifi
TNI AU : Bima
Pemain timnas : Abidin, Syafiudin, Kelvin, Irawan, Hanafi, Agung, Roni, Deni
Kolektor mainan : Hisyam
Peternak sapi : Wildan, Yusuf
Pemelihara Ikan : Firman
Koki : Diah
Polisi : Atho’ul

Tulisan mereka tampak lucu, polos, dan imajinatif sekali. Kami hanya senyum-senyum saja saat membaca karangan mereka, benar-benar masih polos sekali pikiran mereka. Bahkan membuat saya berpikir, alangkah indahnya masa kanak-kanak. Yang ada di otak hanya makan-belajar-bermain saja. :mrgreen:

suasana pembacaan karangan di depan kelas


Beberapa karangan yang mereka tulis tampak tulus sekali. Aziza menceritakan alasannya ingin menjadi dokter adalah karena saat ia sakit, ibunya bersusah payah mengantarnya ke puskesmas terdekat – yang jauh dari rumahnya – dengan sepeda, sehingga ia ingin menjadi dokter di desanya. Bima yang ingin menjadi seorang perwira TNI AU, mengungkapkan kekagumannya pada para perwira TNI AU yang berupaya menjaga pertahanan negara di udara. Hisyam yang ingin menjadi kolektor mainan menyatakan bahwa ia ingin menjadi kolektor mainan agar anaknya kelak bisa memiliki mainan yang banyak *sumpah ini anak menggemaskan banget!* 😳 Ada pula Firman yang ingin menjadi pemelihara ikan, Yusuf dan Wildan yang ingin menjadi peternak sapi, mereka rupanya bercita-cita untuk dapat meneruskan usaha ayahnya.

Pengalaman saya di hari keempat ini seolah menampar saya. Betapa hidup ini semakin lama akan menjadi semakin kompleks, tidak sekedar gambaran jalan lurus yang mudah dilalui hanya dengan berimajinasi. Mungkin dulu saya bercita-cita menjadi ini itu. Namun apakah saya dapat meraihnya sekarang? Bertolak pada realita, semua itu terasa getir. Heuu~ 😦

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: