jilbab pertamaku..


Tulisan ini bukan resensi mengenai bukunya Mbak Asma Nadia yang berjudul Jilbab Pertamaku. Kalo mau lihat resensinya cukup buka sitenya goodreads aja dan ketikkan judul Jilbab Pertamaku – Asma Nadia pasti bakalan muncul soal buku itu. Buku itu memang bagus sih, isinya memang berkisah mengenai pengalaman perempuan-perempuan menganakan jilbab. Tapi meski saya berkali-kali merekomendasikan buku itu untuk teman-teman saya yang sedang dalam tahap mengumpulkan niat untuk berjilbab (saya sudah berkoar-koar soal buku ini sejak tahun 2007, saya masih SMA hingga saat ini, tahun 2011) sebenarnya saya belum tuntas membaca buku itu. Baru kali ini saya menemukan bukunya kembali di perpus kota dan mencoba menelaah serta mengkajinya. 🙄
Tulisan ini sekedar cuap-cuap saya soal jilbab yang pertama saya pakai dulu. Teringat, jaman SD dulu, saya memang bersekolah di sekolah Islam, namanya saja Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Malang. Namun biarpun itu Madrasah, saat saya pertama kali masuk sekolah dulu kami siswi satu sekolah belum ada yang mengenakan jilbab sama sekali. Paling hanya ibu gurunya saja yang mengenakan jilbab. 🙄 Sebelumnya, saya memang sudah mengenakan jilbab ke sekolah. Iya, hanya ke sekolah saja. Saya juga lupa apa alasannya. Dulu awalnya ketika saya baru masuk kelas 1 SD, saya yang sehari-hari melihat mama tampak semakin cantik saat mengenakan jilbab, kemudian minta dibelikan jilbab oleh mama agar saya bisa mengenakan jilbab ke sekolah. Waktu itu, pakaian seragam saya nggak njilbab sama sekali. La wong lengan atasannya masih pendek, begitu pula roknya. 😆 Hingga kelas 3 SD saya masih mengenakan kostum jilbab kekecilan itu. Kalau saya tidak salah ingat, saat itu hanya dua orang saja yang memakai jilbab mulai kelas 1 SD, yaitu saya dan salah seorang teman saya bernama Mayda Dini Rahmawati. Baru ketika saya menginjak kelas 4 SD, jilbab untuk seragam siswi MIN mulai diwajibkan.
Satu hal yang baru saya sadari baru-baru ini. Mengapa dulu kok jilbab belum diwajibkan untuk siswi MIN? 🙄 Padahal MIN kan sekolah Islam. Sudah seharusnya menerapkan aturan untuk menutup aurat bagi siswinya. Usut punya usut, ternyata pada era tahun 90-an itu jilbab masih dianggap suatu simbol fanatisme. Bahkan di beberapa sekolah, siswi yang berjilbab diancam dikeluarkan dari sekolah. Informasi itu berdasarkan beberapa kisah di buku yang saya baca sih. Ngeri yah, ternyata. Saya salut dengan perjuangan mbak-mbak di masa-masa itu dalam memperjuangkan jilbabnya. Saya ingat, jaman saya masih SD (saat itu saya sudah memantapkan hati untuk mengenakan jilbab saat keluar rumah) kalau tidak salah sekitar kelas 6 SD, saat saya berangkat les saya bertemu dengan kenalan mama. Sebelumnya saya pernah bertemu dengan ibu itu di kereta saat perjalanan mudik ke Banyuwangi. Ibu itu menyapa saya dan menanyakan tujuan saya.

Ibu : Mau kemana dik? Kuliah?
Saya : Enggak bu, saya masih SD. 😡 Ini saya mau berangkat les. :mrgreen:
Ibu : Ha? Saya kira sudah kuliah soalnya adek udah pake jilbab. Kok hebat anak SD sudah pakai jilbab?

*sebenarnya saya agak dongkol waktu saya dikira anak kuliahan, masa anak seimut saya udah tampang anak kuliahan? 😡 tapi sekaligus tersanjung ketika ibu itu memuji saya hebat karena saya telah mengenakan jilbab saat saya masih sangat muda. 😳

Nah, baru pada era tahun 2000-an, jilbab mulai menjamur. Bahkan kini jilbab sudah bukan barang langka dan telah masuk menjadi salah satu tren berbusana. Jaman sekarang, perempuan berjilbab sudah bisa dilihat di mana saja. Bahkan di beberapa kota di Indonesia, jilbab telah diwajibkan sebagai seragam untuk pegawai muslim di instansi pemerintahan dan seragam untuk siswi muslim di sekolah-sekolah negeri. Dan seharusnya kita yang sudah berjilbab di masa ini merasa bersyukur karena kita telah menikmati hasil perjuangan perempuan muslimah di kala itu mengenai penggunaan jilbab. 🙂
Lihat deh foto saya dan teman-teman ini. Yang di atas adalah foto jaman saya masih SMP, dimana di kelas saya masih dua orang saja yang mengenakan jilbab, kebetulan teman saya yang satunya tidak ikut berfoto. Sedangkan foto di bawah adalah foto saat saya SMA, sudah banyak teman-teman perempuan yang mengenakan jilbab.

di foto ini masih cuma saya yg pake jilbab.. 😦


di foto ini sudah banyak teman2 yg mengenakan jilbab :mrgreen:

Alhamdulillah, mari kita panjatkan syukur kepada Allah karena kini kita hidup di jaman dengan tingkat toleransi yang cukup baik hingga jilbab bukan menjadi sesuatu yang minoritas dan telah mendapat tempat di mana-mana. Dan bagi teman-teman muslim perempuan yang belum berjilbab, saya doakan semoga segera dimantapkan hatinya untuk mau mengenakan jilbab. Amin.. :mrgreen:

Advertisements

2 comments

  1. mayda dini · · Reply

    rofiqoh…fifi… tadinya aku cm iseng2 ketik namaku d gugel,trnyata selain d fb n twitterq,namaq muncul dr blogmu.. terharu jg bacanya sambil nginget2 jaman di MIN dulu.. 😀

    1. hehehehe.. halo diniiii, apa kabar? lama banget gak ketemu yaa.. :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: