#wisata kuliner : Gubug Sambal..


Oke! Jadi, hari ini ceritanya ada jam tambahan kuliah buat demo program Pengolahan Citra Digital setelah jumatan. Gara-gara program saya emang belum jadi dan masih banyak bug-nya, akhirnya saya menghabiskan waktu jumatan buat ngoprek sana-sini hingga melewatkan waktu makan siang. Sekitar jam 3 kurang, jam kuliah tambahan berakhir. Si Gizh udah ngajakin makan sejak usai jumatan, tapi saya gak nurutin soalnya si program juga belum kelar. 😑 Akhirnya abis kuliah tadi, dia ngajakin saya makan (lagi) di kafetaria UB bawah gedung kuliah saya, tapi karena saya sedang sumpek, muncullah ide buat makan di luar, sekalian wisata kuliner lah. Dan setelah meminta ide dari teman-teman soal tempat makan yang enak dan MURAH! Akhirnya kami (Gizh, Faye, dan Lidya) memutuskan buat makan di sebuah warung yang menyediakan menu sambal di daerah ITN, belakang Masjid Muhajirin, namanya Gubug Sambal *ah sayangnya saya lupa motret penampakan warungnya 😳 .
Yak, Gubug Sambal ini menyediakan berbagai menu sambal, mulai sambal pencit, sambal bawang, sambal terong, sambal bajak, dan berbagai macam sambal lainnya. Harganya juga lumayan kok buat kantong mahasiswa. Cuma, nasi, lauk, sama sambalnya terpisah, jadi bayarnya pun per item.
Si Lidya pesen lauknya ayam kremes cihuy *gitu namanya, kalo gak salah* + sambal terong, Gizh pesen ikan laut + sambal pencit, saya pesen belut + sambal gelut (ini sambal pasangannya belut), dan si Faye pesennya ikan laut juga kek si Gizh, dan yang pasti dia gak pake sambal – ini anak semacam phobia sama sambel dan segala jenis yang pedes-pedes gitu. πŸ™„
Tak lama kemudian, pesanan kami datang. 😯 Dan spontan kami langsung ngakak waktu ngeliat ikan laut pesanan Faye bertabur sambel di atasnya. πŸ˜†

Alhasil dia bingung mampus gimana cara makannya. Hihihi. Kemudian dengan terpaksa dia menyisihkan satu demi satu biji lombok yang bertabur di lauknya.

Ikannya sih katanya emang enak, sayang dia gak bisa ngabisin sampe nyesepin tulang-tulangnya gara-gara si sambel sialan. πŸ˜†
Lain kali, kalo mau makan di warung sambel macam itu, jangan lupa tulis di menunya yang gede : NGGAK PAKE SAMBEL!! πŸ˜†

Advertisements

3 comments

  1. yoancrayon · · Reply

    gak suatu kesalahan si rasikin ke gubug sambal

    1. hahaha. dianya mau2 aja.. πŸ˜†
      lagian kita mana tau kalo ikannya bakal ada sambelnya. tuh liat belutku sama ayamnya lidya aja gak ada sambelnya. :mrgreen:

  2. […] dua kali saya makan di luar buat berwisata kuliner. Setelah siang tadi melahap menu bersambal di Gubug Sambel, malam ini saya mencoba mencicipi menu di sebuah rumah makan yang disebut Warung Hujan. Lokasinya […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: