perempuan dan perjuangan cintanya..


Aduh! Belum-belum baca judulnya udah bikin galau banget deh. Hihi
Posting ini saya tulis sebagai catatan kecil yang nantinya akan membantu mengingatkan saya soal pembicaraan saya dengan seorang sahabat saya sejak SMP di suatu siang, di cafetaria UB. Adalah suatu hal yang wajar sih yaa ketika dua orang sahabat karib yang lama tak berjumpa akibat banyak kesibukan – akhirnya bisa ngobrol berdua – membicarakan soal kehidupan kami masing-masing.
Setelah bercerita banyak soal kehidupan kuliah, sampailah pada pembahasan kehidupan cinta. Hihihi. :p
Ini ceritanya saya yang menginterogasi dia soal ikhwan yang dia taksir, setelah dia berhasil mengorek banyak soal kehidupan cinta saya (alah). Dia telah mendambakan ikhwan ini sejak pertama kali dia kuliah, sejak ospek tepatnya. Seorang kakak tingkatnya yang menurut ceritanya memang amazing! Tipe yang dicari banget deh pokoknya. Hehe. :p
Ikhwan ini memang jauh dari dia, jauh secara fisik dan batin juga sih. Kenalnya juga gara-gara ospek, dan jarak tingkatnya juga lumayan. Saat sahabat saya masuk kuliah, si ikhwan ini sudah berada di tingkat akhir kuliahnya. Saya kira, saat sahabat saya ini bercerita dulu (jaman ospek) tentang ikhwan ini, mungkin kekagumannya sekedar kekaguman biasa. Eh, ternyata masih bertahan hingga detik ini.
Ada satu hal yang saya salut dari dia, selama yang saya kenal, dia adalah gadis yang pemalu. Dan entah mungkin karena memang juga faktor usia kepala dua, membuatnya (dan juga saya sih) merasa harus bisa menjadi manusia yang punya pendirian, punya keinginan, berusaha tegas, dan berusaha memperjuangkan apa yang dibutuhkan.
Dan dia memutuskan untuk memperjuangkan cintanya kepada ikhwan ini. Bukan dengan cara mengungkapkan perasaan tentunya. Dia sadar bahwa dia perempuan, bukan sebagai pihak yang meminta. Setidaknya berusaha bagaimana caranya agar ikhwan itu melihatnya. Melihatnya sebagai perempuan yang bersedia menjadi pendamping hidupnya nanti. Kemudian bisa mencatatnya sebagai salah satu perempuan yang ada di daftar pilihannya. Yah, semoga saja jodoh – begitu harapannya.
Sebelumnya saya pernah membaca buku berjudul Tahajud Cinta karya mbak Kinoysan. Di buku itu juga terdapat kisah pengalaman seorang wanita yang bertahajud agar lelaki yang didambakannya menjadi jodohnya, dan Subhanallah tahajudnya terjawab oleh kemunculan dirinya pada tiap istikharah sang lelaki (sejujurnya gara-gara buku itu juga saya rajin sholat tahajud dan sholat hajat ba’da maghrib, berharap agar lelaki yang saya dambakan menjadi jodoh saya. *amin* hihi :p). Saat sahabat saya itu mulai desperate dengan harapannya pada ikhwan itu, saya ceritakan isi buku itu, yang alhamdulillah dapat memotivasinya lagi. ^^
Kita ini manusia, hamba Allah, yang tiada memiliki daya upaya apapun kecuali karena Allah. Jika kita memiliki keinginan, tentunya hanya kepada Allah-lah kita meminta. Jika kita mendambakan seseorang, dan berharap dapat menyempurnakan separuh iman bersamanya, maka kita harus memohon kepada Allah, Dzat Yang Maha Membolak-balikkan Hati manusia.
Adalah sebuah nasihat dari seorang dosen Agama Islam di ITB kepada mahasiswanya, yang saya dengar melalui … *ehem* :

Daripada pusing mikirin cara dapetin cewek, minta aja langsung ama yang menguasai si cewek (Allah-red). Daripada bingung gimana caranya nembak, lebih baik kirim saja doa buat dia..

Yak, dan yang saya praktikkan selama ini, adalah mengirimkan doa buat *ehem* (minimal sih baca surat Al-Fatihah aja) semoga, Allah mentakdirkan kami berjodoh.. Amiin.. 🙂

Advertisements

4 comments

  1. Dan entah mungkin karena memang juga faktor usia kepala dua, membuatnya (dan juga saya sih) merasa harus bisa menjadi manusia yang punya pendirian, punya keinginan, berusaha tegas, dan berusaha memperjuangkan apa yang dibutuhkan.

    Like This!
    Etapi saya belum kepala dua loh ya, kan masih imut2 gini =)) haha

    1. hahahaha..
      apa deh apa deh? :p
      tar lagi juga nyusul kepala 2. hahahaha

  2. assalamualaikum..
    *ngintip lagi nih postingan nya ^_^!

    abis baca topik di atas,jadi inget tausyah nya teh ninih. tentang (lima) kiat mencari jodoh:
    -mningkatkan amal -Khusnudzon kepada Nya -Istighfar -jangan menyendiri (maksdunya bergaulah dg org” sholeh) -yang terakhir Berdo’a…(kalaw tak salah ingat) surat al-furqaan:74

    selamat berjuang! :p

    1. wa’alaikumsalam wr wb..
      selamat datang di blog saya lagi mas. hehe :p
      *saya langsung liat Q.S. Al furqan 74 buat liat terjemahannya* hihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: