jilbab, masihkah menjadi kontroversi..?


The term jilbฤb or jilbaab is the plural of the word jilaabah which refers to any long and loose-fit coat or garment worn by some Muslim women.

In Indonesia, the word jilbab is used for a headscarf rather than a long baggy overgarment.
*dikutip dari wikipedia*

Yak, berhubung saya hidup di indonesia, mari kita bahas jilbab sesuai dengan apa yang ada di indonesia saja. ๐Ÿ˜€
Saat ini, saya rasa jilbab sudah bukan lagi merupakan fenomena langka dalam kehidupan kita. Dimana-mana kita dapat dengan mudahnya menemukan perempuan berjilbab. Anak sekolah berjilbab, mahasiswi berjilbab, pegawai berjilbab, guru berjilbab, anggota DPR berjilbab, bahkan artis pun berjilbab. Bahkan jilbab juga merupakan suatu trend tersendiri di dunia fashion, sebagai sarana untuk memfasilitasi para perempuan untuk dapat tetap tampil menarik meski menggunakan jilbab.
Jika jilbab sudah merupakan kewajaran saat ini, dikarenakan kita sudah dapat menemukan perempuan yang menggunakan jilbab dimana-mana, lalu masihkah jilbab menjadi kontroversi?
Beberapa kali saya dicurhatin teman-teman saya yang berkeinginan untuk menggunakan jilbab, saya dihadapkan pada permasalahan kontroversi. Sejujurnya saya tidak terlalu bisa mengerti kondisi yang mereka hadapi, karena dulu ketika saya mengenakan jilbab pertama kali (saat awal kelas 6 SD kalo tidak salah ingat) saya tidak merasakan kontroversi, pergolakan batin antara keinginan dan lingkungan. Saat saya mengungkapkan keinginan saya mengenakan jilbab, mama dan papa saya langsung setuju. Dan yaa, sudah.. Alhamdulillah bertahan hingga detik ini tanpa ada perasaan ingin melepasnya.. (insyaAllah akan selamanya demikian) ๐Ÿ™‚

Kembali ke masalah kontroversi..
Kontroversi pertama yang banyak diragukan teman-teman saya adalah bahwa seorang perempuan yang mengenakan jilbab itu susah meraih masa depan yang lebih ‘menjanjikan’. Konon yang ditakutkan adalah ketika tidak bisa melanjutkan sekolah ke luar negeri misalnya. Ketika seseorang gagal mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri karena dia mengenakan jilbab, apakah yang salah adalah jilbabnya? Mungkin saja memang orang tersebut belum mendapat rezeki untuk bisa sekolah di luar negeri. Toh kenyataannya, tidak sedikit juga teman-teman SMA saya dulu yang sekolah di Jepang meskipun dia mengenakan jilbab. Lagipula jilbab juga sudah banyak dikenal di seluruh dunia. Mungkin jadinya memang berpenampilan agak berbeda jika kita berada di negara yang mayoritas penduduknya bukan beragama Islam. Namun sekarang saya rasa semua orang sudah mengetahui bagaimana toleransi beragama (kecuali mungkin di beberapa negara di mana jilbab masih menjadi kontroversi juga). Logikanya saja, jika memang jilbab itu menghalangi manusia untuk bisa meraih cita-citanya lalu mengapa Allah mewajibkan perempuan untuk berjilbab?
Kontroversi kedua, perempuan yang mengenakan jilbab sulit meraih karir yang cemerlang. Nampaknya kontroversi yang ini sudah dapat di-antilog dengan fakta yang telah dapat kita lihat saat ini. Tidak sedikit artis yang berjilbab, tidak sedikit anggota DPR yang berjilbab, tidak sedikit pengusaha wanita yang berjilbab, tidak sedikit perempuan-perempuan hebat yang karirnya cemerlang meski mereka menggunakan jilbab. Lalu, masihkah hal ini menjadi kontroversi?
Kontroversi ketiga, perempuan yang berjilbab kecantikannya berkurang. Wow! Siapa bilang? (Buktinya saya tetep cantik meskipun pake jilbab, hahaha. *ditimpuk teflon* :p). Lihat saja deh mbak Inneke Koesherawati atau Zaskia Adya Mecca, mereka semakin cantik malah ketika menggunakan jilbab. Lihat nih fotonya.. ๐Ÿ˜‰

Jika mungkin ada yang merasa kurang pantas menggunakan jilbab, mungkin saja itu hanya faktor bentuk jilbab yang digunakan. Sekarang jilbab juga sudah menjadi salah satu katalog dalam dunia fashion, telah banyak tutorial teknik-teknik berjilbab yang bisa dipelajari dan didownload di youtube. Bahan dan model jilbab juga sudah bermacam-macam. Jilbab dengan warna-warna meriah yang dapat dipadupadankan dengan berbagai warna busana juga telah mudah didapatkan di toko-toko. Kurang apa lagi coba? Bagi yang sudah memiliki keinginan untuk berjilbab, masihkah ragu untuk memulai debutnya menggunakan jilbab hanya karena alasan kurang pantas?

Saya merasa bersyukur bisa hidup di zaman sekarang. Mengapa? Teringat masa-masa saya pertama kali menggunakan jilbab, yang namanya jilbab itu modelnya sedikit sekali. Kalau bukan jilbab kerut dengan tali yang ditarik ke belakang mirip mukena, ya jilbab instan model tumpuk yang bentuknya segitiga, atau jilbab segiempat dari bahan katun yang kakunya masyaAllah. Sekarang? Ada jilbab kain dari bahan paris yang sangat nyaman digunakan karena tidak licin dan kainnya jatuh, ada berbagai macam model jilbab instan, dan berbagai model jilbab lain yang semakin mampu membuat penggunanya tampak menawan. Perempuan-perempuan yang berjilbab kini telah difasilitasi dengan sangat baik dalam dunia fashion.
Lalu apalagi yang membuat ragu untuk mengenakan jilbab?

Advertisements

16 comments

  1. yoancrayon · · Reply

    ngapain iku masang foto orang gak fotoe dewe ae hahahahaha ๐Ÿ˜›

    1. kalo masang fotoku tar kalo yg baca jadi ngefans kan gawat.. :p ๐Ÿ˜†

      1. yoancrayon · ·

        lawong yang baca juga arek arek iku tok hahahahaha

  2. kissypalms92 · · Reply

    Mending majang fotoku mak… uayuuu… ahahaha xD

    1. hahah.. iyooh wes.. ๐Ÿ˜†
      ngkuk lak kabeh2 ae sing jilbaban njaluk dipajang fotone.. hahaha

  3. mantap posting’a…
    tpi “stiap” i2 kan org memiliki pemikiran lain tentang cwek berjilbab!!!…

    1. maksudnya ‘stiap’ apa?? -.-a
      yaah.. ini kan posting menurut subjektivitas saya saja.. ๐Ÿ˜€

  4. mau komentar tapi lupa komentar apa (doh)

    1. faktor usia tampaknya si ismi.. :p

  5. berjilbab itu perintah Allah, dan rezeki, datangnya juga dari Allah
    cuma itu yang bisa saya bilang ๐Ÿ˜€

    1. betuuuuul!!! ๐Ÿ˜€

  6. bagus , postingannya ,,

    .. saia setuju

  7. Wow, fantastic blog layout! How long have you been blogging for? you made blogging look easy. The overall look of your site is magnificent, let alone the content!. Thanks For Your article about jilbab, masihkah menjadi kontroversi..? prestigious fhie .

  8. berjilbab sudah ada aturannya dan jelas bagaimana ๐Ÿ™‚ tinggal keputusan setiap orang saja, mau seperti apa dia mengenakan jilbab, mempercantik diri untuk diri sendiri dan membiarkan orang lain bebas memandang/menikmati atau mempercantik diri untuk diri sendiri dan orang yang halal menikmatinya *cieh

    1. setujuuuu! :mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s