alhamdulillah, saya sudah belajar membaca Al Quran sejak dini..


Tulisan ini merupakan tulisan ke empat dalam biografi kehidupan saya, setelah sekian lama tertunda updatenya gara-gara banyak tugas kuliah (apologia :p).

TPQ At-Taufiq nama ‘madrasah’ tersebut.

Kepanjangannya adalah Taman Pendidikan Al Quran At-Taufiq.

Bertempat di gedung yang sama dengan BA Restu, taman kanak-kanak yang sangat terkenal di kalangan penghuni Jalan Bandung sejati (biasanya siswa BA Restu melanjutkan sekolahnya ke MIN 1 Malang, MTsN 1 Malang, hingga MAN 3 Malang, yang ke semuanya berada di satu deret kompleks di sepanjang Jalan Bandung). Saat pagi gedung tersebut digunakan untuk sekolah bagi anak-anak di tingkat bangku taman kanak-kanak. Kemudian saat menjelang sore, sekitar pukul 3 sore digunakan anak-anak tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah dasar untuk belajar mengaji.

 

tempat saya belajar Al Quran sejak masih kecil.. 🙂

 

 

Saya lupa sejak kapan saya belajar mengaji di TPQ ini. Yang jelas menurut cerita teman-teman dan guru TK saya, alhamdulillah saya sudah pandai mengaji saat lulus TK. Kata mereka, saya sudah dapat membaca Al Quran dengan lancar dan sudah mampu menghafal banyak surat-surat pendek dan doa sehari-hari saat itu.

Perlu diketahui, di TPQ ini seingat saya dulu (entah sekarang masih seperti itu atau tidak) santrinya dikelompokkan per kelas-kelas. Dari tingkat Iqra 1 sampai Iqra 6, kemudian ada satu kelas Al Quran dan satu kelas pemantapan. Saya juga sudah lupa bagaimana proses saya menempuh semua tahapan kelas itu. Seingat saya, saya sudah berada di kelas pemantapan saat kelas 2 SD dan setelah itu saya telah lulus dan berhenti mengaji di TPQ At-Taufiq.

Kelas pemantapan merupakan kelas tahap akhir menuju kelulusan dari TPQ ini. Di kelas ini, setiap santrinya yang sudah sangat lancar membaca Al Quran diwajibkan menghapal beberapa surat dalam Al Quran sebagai syarat kelulusan. Kalau ingatan saya tidak salah, dulu kami para santri sempat disuruh menghafalkan Q.S. Lukman serta beberapa surat pada juz 30.

Mengapa Q.S. Lukman yang di pilih sebagai syarat kelulusan? Seingat saya juga, seorang ustadz (yang juga sekaligus guru saya di tingkat SD – akan saya ceritakan di tulisan selanjutnya) pernah menceritakan bahwa Lukman merupakan orang tua teladan yang mengajarkan kebaikan kepada anaknya mengenai keesaan Allah, perintah Allah agar seorang anak berbakti kepada orangtuanya, serta pendidikan yang baik agar anaknya dapat menjadi hamba Allah yang berakal (wallahu’alam bishawwab). Diharapkan kepada para santrinya, ketika mengetahui dan memahami kandungan Q.S. Lukman ini, para santri dapat menjadi manusia yang bermanfaat dan menjadi anak yang menjalankan nasihat seorang Lukman tersebut. Amin, Allahumma amin.. 🙂

Selain mengaji Al Quran, para santri juga diajarkan tata cara thaharah, sholat, pengetahuan fiqih, serta aqidah lainnya. Untuk dapat naik tingkat, para santri harus mengikuti beberapa ujian praktik kenaikan tingkat seperti ujian mengaji, hafalan, tata cara wudlu, tayammum, atau sholat.

Yang paling saya ingat pada masa itu adalah ritual yang dilakukan para santri sebelum memasuki kelas. Setiap santri berbaris sesuai kelasnya, kemudian diadakan apel singkat oleh kepala TPQ At-Taufiq. Usai apel, santri biasanya dimasukkan ke ruang kelas dimulai dari barisan yang paling rapi, dan selama ‘prosesi masuk kelas’ tersebut, santri yang lain menyenandungkan doa khatam Al Quran yang digubah menjadi senandung bernada merdu. Masa-masa ini lah yang selalu mampu membuat saya rindu pada tempat saya belajar mengenai pedoman hidup umat Islam di seluruh jagad raya.

Terima kasih kepada papa dan mama saya yang telah memberikan kesempatan belajar agama lebih awal kepada putrinya, yang juga tak kenal lelah membiasakan saya untuk sholat dan mengaji sejak kecil (bahkan dulu saya dipukul dengan penebah jika tidak mau mengaji).

Alhamdulillah saya sudah belajar membaca Al Quran dan belajar agama sejak dini.. 🙂

Dan saya bertekad, insyaAllah nanti ketika saya sudah berkeluarga, saya akan mengenalkan Al Quran kepada anak saya sejak dini, saya akan menjadi orang tua yang disiplin kepada anaknya mengenai pendidikan agama, sebagaimana yang telah orang tua saya ajarkan kepada saya. insyaAllah, amin.. ^^

Advertisements

7 comments

  1. assalamualaikum.. barakallah.. alhamdulillah snang skali membaca postingan Anda.. kalo bleh tahu siapa ya pnulisnya ini? dan angkatan th brapa di tpq attaufiq. kbetulan sy sdh mengajar di attaufiq sjk thn 2002 sampai skrg..

    1. wa’alaikumsalam wr wb..
      wah.. saya dulu kalau tidak salah mengaji di tpq at taufiq sejak tahun 1995/1996-an sampai sekitar tahun 1999.. lupa juga sih, sudah lama sekali..
      saya tampaknya harus memanggil `ustadzah` nih.. :mrgreen:

  2. […] kecil, orang tua saya sangat disiplin kepada saya untuk belajar mengaji, bahkan saya sudah dibiasakan mengaji ketika belum sekolah. Saya dulu sih nurut-nurut saja, ketika mengaji di TPQ dulu saya juga senang-senang saja, toh […]

  3. Sekarang anak saya, masih belajar di sana. Adnan, usia hampir 6 tahun, kadang2 bacaan saya dibetulkannya 😀

    1. waaaah!
      TPQ At Taufiq emang keren hehehe *memuji almamater sendiri* 😛
      masuk kelas apa sekarang? saya udah lupa sih tingkatan kelasnya apa aja. pokoknya kalo udah bisa baca Al Quran itu masuk kelas pemantapan 😀

      1. gak tahu 😀 udah tilawati jilid 5, bentar lagi baca Quran katanya 🙂

      2. kalo udah bisa baca Al Quran sih jaman saya dulu dimasukin ke kelas pemantapan. sebelum lulus ada tes hafalannya gitu 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: