Rumah Sakit Saiful Anwar Malang, 16 Oktober 1990..


20 tahun 25 hari yang lalu, lahirlah seorang bayi perempuan mungil berkulit putih nan cantik (sudah pasti :p) dari rahim seorang ibu dengan berat 2,1 kg dan panjang 51 cm di sebuah ruang bersalin (saya tidak tahu tepatnya di ruang apa dan ketika saya bertanya pada orang tua saya, beliau pun sudah lupa. hehe) di rumah sakit umum daerah satu-satunya di kota Malang.

rumah sakit tempat saya lahir 20 tahun yang lalu.. 🙂

Bayi perempuan tersebut mulai menghirup udara kehidupan dunia sekitar pukul 03.00 WIB. Jika dilihat dari berat badannya yang termasuk kurang untuk bayi dengan panjang 51cm, dapat disimpulkan bahwa bayi mungil tersebut lahir prematur.

Iya, saya memang lahir nyaris prematur, gara-gara mama saya menuruti nasihat ‘yang salah’ dari seorang temannya. Mama saya makan nanas yang kata temannya dapat memperkuat kandungan padahal malah sebaliknya (doh! -_-“), mama saya mengalami pendarahan pada malam hari tanggal 15 Oktober 1990, sehingga harus segera dilarikan ke rumah sakit. Tapi alhamdulillah, proses persalinan berjalan dengan normal, meski saya harus menginap di rumah sakit sendirian dalam inkubator selama 1 minggu sementara papa mama saya telah pulang ke rumah. 😦 Menurut prediksi dokter, seharusnya saya lahir masih 2 bulan kemudian. Eh tapi ternyata saya terburu-buru ingin mengenal dunia! :p

Alhamdulillah seluruh keluarga besar saya bahagia menyambut kelahiran saya, terutama saya adalah cucu pertama dari anak pertama eyang saya. Eyang kakung dari papa mengusulkan nama Arum untuk saya, namun papa tidak menyetujui dan menyiapkan nama lain untuk saya.

Ya, dan akhirnya nama tetap saya hingga saat ini (dan semoga tidak akan pernah berubah) adalah Rofiqoh Fithri Atsiri, Rofiqoh = teman (berasal dari kata Rofiq dalam bahasa Arab – karena saya perempuan, maka diberi ta’ marbutoh di akhir), Fithri = suci, Atsiri = wangi (minyak atsiri adalah semacam minyak wangi :p). Harapan orang tua saya, saya akan menjadi seorang teman yang akan selalu meninggalkan jejak yang suci dan mewangi dalam setiap langkah hidup saya. Terima kasih buat papa dan mama yang telah menganugerahkan saya nama yang begitu indah. ^^

Advertisements

5 comments

  1. yoancrayon · · Reply

    Jadi inget nama cadangan saya itu Aditya, tapi ternyata lebih Jodoh ke Yogi. Ntar tak kasih anak aja daripada kebuang sia sia

    1. hahaha..
      aditya siapa? aditya kurniawan gitu? 😀
      untung aja nama saya gak jadi arum..
      gak kebayang jadi apa nama saya tar.. :p

    2. yoancrayon · · Reply

      dan untungnya tidak jadi Yogi Aditya pasti tambah seru ngata ngatain danki teknik

  2. aku suka dengan perawatan RSSA karna aku dulu juga pernah di oprasi disitu,,,,,,,,,,
    thank’s buwat RSSA

    1. ohya? tapi kok banyak yang bilang perawatannya kurang baik ya? *saya sih alhamdulillah belum pernah dirawat di rumahsakit karena sakit* :mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: