20..


Yaps.. Tanggal 16 Oktober 2010 kemarin saya telah mengulang usia kehidupan saya untuk ke-duapuluh kalinya. Sejujurnya menjelang tanggal tersebut saya merasa sedikit ketakutan (sedikit loh ya), semacam syndrom ketakutan menjadi tambah tua (hehe). Membayangkan usia saya –> 20 tahun! Wow! Sudah bukan termasuk golongan teenager lagi. Hahaha (ngarep banget) :p

Saat saya berniat memulai mengisi blog saya yg sudah menghampa ini, terlintas keisengan buat ngetik keyword “Usia 20 Tahun” di sebuah Search Engine paling ‘bisa’ di dunia –> google.com. Dan muncullah beberapa situs yang terkait dengan keyword yang saya ketikkan tersebut. Kemudian mulailah saya membuka beberapa situs yang menarik untuk dikaitkan dengan kegalauan saya di awal usia 20 tahun saya ini.

Orang Jepang yang telah menginjak usia 20 tahun telah dianggap dewasa secara hukum. Pada usia 20 tahun mereka diizinkan merokok, minum minuman keras dan berhak ikut dalam pemilihan umum. Bahkan mereka juga diizinkan menikah tanpa persetujuan orang tua. Dan jika mereka melakukan perkara kriminal, nama asli mereka boleh diumumkan secara resmi di depan publik. Dapat dikatakan, usia 20 tahun merupakan masa perubahan yang perubahan yang besar bagi orang Jepang.

Pasted from

http://kaorushinpo.multiply.com/journal/item/4/SEIJIN_NO_HI_COMING_OF_AGE_DAY_

APA YANG HARUS DIPIKIRKAN KETIKA MEMASUKI USIA 20 TAHUN?

1.siapa aku dan aku ingin hdup yang seperti apa 

2.untuk itu semua, apa yang harus aku lakukan dan bahkan apa yang harus aku kurangi/tinggalkan

3.tanamkan di hati apa yang telah menjadi angan/cita2mu…

4.yakinlah bahwa kau mampu mewujudkan mimpi menjadi nyata…

5.jalani dengan sabar n pantang menyerah….. good luck…

Pasted from

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20100226230853AAjv15r

Kutipan pertama semakin menyadarkan hati saya mengenai makna usia 20 tahun. Hal ini berarti, usia saya sudah mencapai usia kedewasaan secara fisik maupun psikologis (seharusnya). Berbanding dengan kenyataan di negara kita Indonesia, seseorang dikatakan dewasa apabila telah mencapai usia 17 tahun. Sejujurnya, dulu saat saya menginjak usia 17 tahun, saya tidak merasakan suatu perubahan besar secara psikologis seperti yang saya rasakan saat ini. 17 tahun? Perbedaannya dengan usia teenager lainnya ya hanya di usia itu kita sudah bisa memiliki KTP dan berbagai tetekbengek hak sebagai warga negara.

Dan ketika angka 20 telah menghinggapi kehidupan saya dan mungkin akan tertulis di berbagai isian ‘usia’ di berbagai form biodata, saya merasakan suatu gejolak besar di hati. Saya bukan lagi seorang teenager. Bukan lagi remaja yang bisa ber-ababil-ria dengan berlindung di bawah payung angka belasan tahun.

Kutipan kedua, hmm.. Cukup membuat saya termenung sesaat ketika membaca kalimat pada point pertama.

– Siapa aku?

Saya hanyalah seorang gadis yang baru menginjak usia 20 tahun dengan sejuta harapan dan keinginan.

– Aku ingin hidup yang seperti apa?

Hmm.. Apa ya? Pertanyaan global yang biasanya dijawab orang dengan kalimat : ingin memiliki kehidupan yang bahagia dunia akhirat (tapi masih banyak kemungkinan kalo ada orang yang menjawab berbeda :p ). Hidup yang saya inginkan bukan kehidupan yang mewah. Tidak munafik, semua orang ingin menjadi kaya dengan kebutuhan hidup yang akan selalu terpenuhi. Tapi kekayaan itu bukan suatu esensi kehidupan saya. Saya ingin menjadi seorang manusia dengan kehidupan yang selalu dihiasi dengan keindahan berbagi dengan sesama.

Mungkin, beberapa mimpi-mimpi masa remaja saya secara tidak langsung telah tereliminasi satu per satu oleh realita, tapi saya masih menyimpan satu mimpi yang berkaitan dengan keinginan hidup saya, dan semoga mimpi itu bisa saya wujudkan di usia tidak lebih dari 20 tahun lagi. AMIN 🙂

Point kedua, saya jadi mulai merenung dan kemudian mengambil suatu buku ‘jurnal hidup’ khusus saya yang berisi tentang target dan peta hidup saya. I have so much things to do then! 😀

Point ketiga, yang kebayang di benak saya adalah tampak seorang gadis mengikatkan ikat kepala warna putih seperti adegan di komik-komik jepang saat seseorang mulai serius dan bersemangat meraih sesuatu kemudian di sekeliling kepalanya terngiang-ngiang kata : GANBARE MASU! (Lets rock on!! \m/)

Kemudian di point keempat dan kelima, saya hanya bisa menghela nafas panjang membacanya.

Kehidupan baru saya telah dimulai!

Dua puluh tahun saya yang berharga!

Semoga sisa umur saya menjadi penuh berkah. AMIN

Jazakumullahu khairan katsiiran.. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: